Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Liga 2

Akmal Marhali: AHHA PS Pati Tidak Bersalah terkait Penurunan I Gede Sukadana, Justru yang Salah PSSI

Koordinator Save Our Soccer Akmal Marhali menilai sanksi terbaru yang ditimpakan pada AHHA PS Pati (PSG Pati) Pati merupakan akibat kinerja buruk PSSI

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rival al manaf
AHHA PS PATI
Pertandingan Liga 2 AHHA PS Pati melawan PSCS Cilacap di Stadion Manahan Solo, Selasa (9/11/2021) sore. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Koordinator Save Our Soccer Akmal Marhali menilai sanksi terbaru yang ditimpakan pada AHHA PS Pati (PSG Pati) Pati merupakan akibat kinerja buruk Komite Kompetisi PSSI dan PT Liga Indonesia Baru.

Sebagaimana diketahui, AHHA PS Pati baru saja dijatuhi sanksi oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI akibat menurunkan I Gede Sukadana dalam laga melawan Persis Solo, Rabu (3/11/2021) lalu.

Gede Sukadana dianggap pemain tidak sah karena belum rampung menjalani sanksi larangan bermain yang diterimanya saat masih memperkuat PSMS Medan.

Baca juga: Hazard Cetak Gol Killing The Game Pastikan Belgia ke Piala Dunia

Baca juga: 4 Gol Mbappe 2 Gol Benzema Bawa Prancis ke Piala Dunia, Real Madrid Makin Bernafsu Duetkan Mereka

Baca juga: Inginkan Bek Manchseter United ke AS Roma, Jose Mourinho Malah Ditawari Bek Arsenal

Adapun sanksi yang diberikan untuk AHHA PS Pati terkait hal ini ialah dianggap kalah 0-3 dari Persis Solo dalam pertandingan tersebut, yang otomatis diikuti pengurangan tiga poin.

Tak hanya itu, dalam rilis yang diterima tribunjateng.com dari AHHA PS Pati, mereka juga dikenai denda Rp 90 juta.

Dalam unggahan di akun pribadinya, yakni @akmalmarhali20, Akmal menyebut sanksi untuk AHHA PS Pati/PSG Pati mesti dicabut demi hukum.

Ia menerangkan, berdasarkan hasil investigasi Save Our Soccer, AHHA PS PATI tidak bersalah dan berhak mengajukan banding demi keadilan.

"Banding perlu disertai kerugian materiil dan immateriil. Maklum, citra AHHA PS Pati tercemar akibat buruknya kinerja Komite Kompetisi PSSI," tulis Akmal Marhali, Jumat (12/11/2021).

Akmal menambahkan, persoalan yang menimpa klub milik Atta Halilintar dan Putra Siregar ini juga akibat buruknya sistem di PT LIB serta kurang cermatnya Match Commisioner pertandingan.

Menurut dia, banding perlu dilakukan untuk pembatalan hukuman dan juga menghukum pihak-pihak terkait yang melakukan kesalahan agar tidak terulang.

"Sebelum pertandingan, PSG Pati telah menginformasikan penambahan dua pemain yang sudah disahkan pada sistem SIAP PSSI dan LIAS LIB. Tapi, sampai jelang laga belum terdaftar di Form Penetapan Pemain (FPP) terbaru," ungkap Akmal.

Ia menambahkan, match commisioner menyuruh menulis nama I Gede Sukadana secara manual dan Muhammad Fayrushi serta mengizinkan keduanya bermain.

"Dalam Match Coordination Meeting (MCM) yang digelar H-1, harusnya klub mendapatkan salinan Nota Larangan Bermain (NLB) dari Komite Kompetisi PSSI dan LIB," tutur dia.

Akmal menegaskan, NLB adalah hal penting yang dibahas dalam MCM. Namun anehnya, tidak ada salinan yang diserahkan pada klub.

"Ini bukti buruknya sistem yang ada di Komite Kompetisi dan LIB serta tidak pahamnya match commisioner terhadap regulasi dan turunannya," pungkas dia.

AHHA PS Pati sendiri sudah mengajukan banding terkait sanksi yang diterima.

“Manajemen sudah mengajukan banding terkait sanksi yang dijatuhkan oleh Komdis PSSI dengan sejumlah alasan dan data yang sudah kami sertakan,” jelas manajer AHHA PS Pati, Arfan Afif, sesuai rilis yang diterima Tribunjateng.com, Jumat (12/11/2021).

Baca juga: PSG Pati Disanksi PSSI Kalah WO dari Persis Solo, Manajemen AHHA PS Pati Ajukan Banding

Baca juga: Disanksi PSSI Karena Gunakan Pemain Ilegal, AHHA PS Pati Ajukan Banding

Baca juga: Hasil Akhir Skor 1-0 PSG Pati Vs PSCS Cilacap, AHHA PS Jaga Asa Lolos Grup

Menurut dia, sanksi kalah 0-3 dari Persis Solo dan pemotongan tiga poin yang dijatuhkan terlalu berat bagi timnya. 

“Apalagi saat ini kami sedang bersusah payah mengumpulkan poin demi poin untuk dapat lolos ke babak selanjutnya,” tambah Arfan. 

Surat permohonan banding sendiri sudah dilayangkan kepada Ketua Komite Banding PSSI di Jakarta pada 11 November 2021 atau sehari setelah surat dari Komdis PSSI diterima manajemen. 

“Kami tentunya berharap untuk sanksi yang dijatuhkan ini dapat dipertimbangkan kembali karena sangat berat. Apalagi saat ini performa anak-anak di lapangan sedang terus membaik dan peluang lolos ke babak selanjutnya masih terbuka,” kata Arfan. (mzk)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved