Berita Video
Video Wisata Kuliner Demak, Nikmati Segarnya Soto Ranjau Bu Kholil, Gratis Tiap Jumat
Bagi pecinta kuliner khususnya soto, bisa mencoba menu soto yang tak biasa di Kabupaten Demak, Jawa Tengah ini, namanya soto ranjau.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Berikut ini video wisata kuliner Demak, nikmati segarnya Soto Ranjau Bu Kholil, gratis tiap Jumat.
Bagi pecinta kuliner khususnya soto, bisa mencoba menu soto yang tak biasa di Kabupaten Demak, Jawa Tengah ini, namanya soto ranjau.
Dari namanya, soto ranjau sudah tentu bukan soto biasa.
Yang dimaksud dengan “ranjau" di sini adalah semangkok soto ayam yang di dalamnya tak hanya berisi suiran daging ayam, namun juga bermacam-macam tulang-tulang, ceker, ati ampela, sayap, bahkan kepala ayam.
Pecinta kuliner bisa mencicipi dan merasakan sensasi menu soto ranjau itu di Warung Makan Bu Kholil yang terletak di Jalan Raya Demak-Dempet.
Pembeli bisa memilih toping apa saja yang dimasukkan atau tidak ke dalam mangkok soto, misalnya menu soto ranjau tanpa kepala atau tanpa ceker.
Namun bagi pecinta kuliner tentunya ingin menjajal semua jenis toping tersebut.
Pada menu soto ranjau di sana, tampak semangkok sudah penuh dengan isian yang disebutkan di atas dan kuah soto panas sehingga untuk nasi dipisahkan di sebuah piring.
Pembeli pun bebas mengambil seberapa banyak nasi sesuai porsi dan kemampuan masing-masing.
Racikan bumbu rempah yang kuat pada kuah dan isian diklaim menambah kelezatan dan sensasi yang saat pembeli menyantap.
Tetesan cairan jeruk nipis dan tambahan sambal dianggap mampu membuat rasa kuah soto yang gurih dari rebusan kaldu ayam itu semakin lezat.
Satu di antara rahasia dari memasak soto ranjau, yakni cara merebus tulang-tulang atau balungan ayam sampai terasa empuk.
Makanan soto ranjau diklaim mampu merayu penikmat untuk menyantap lebih dari satu mangkok.
Karena hampir semua pembeli memakan soto ranjau menggunakan tangan lantaran sibuk menggerogoti daging ayam pada tulang-tulangnya, disediakan juga mangkok berisi air untuk mencuci tangan.
Sisa-sisa tulang yang tak bisa dimakan kemudian ditaruh di piring berbahan plastik yang juga disediakan di sana.