Breaking News:

Berita Banjarnegara

Bekas Gigitan Ular Disedot, Diikat dan Dikasih Oli Ternyata Bahaya, Ini kata Dokter

Digigit ular berbisa dapat membuat seorang panik. Maklum, sebagian bisa ular mematikan hingga banyak kasus penderitanya meninggal.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: moh anhar
Tribun Jakarta/Ist
Ular kobra jawa yang ditemukan warga bersembunyi diantara tumpukan boneka di kediaman warga di Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, Selasa (15/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Digigit ular berbisa dapat membuat seorang panik.

Maklum, sebagian bisa ular mematikan hingga banyak kasus penderitanya meninggal. 

Di sisi lain, masyarakat kerap salah penanganan saat terjadi gigitan ular berbisa.

Di antara yang umum, pada bekas gigitan ular disedot pakai mulut. 

Padahal cara ini sangat berbahaya baik bagi penderita maupun orang yang menyedot bekas gigitan. 

Bisa yang tersedot ke mulut bisa meracuni tubuh orang yang menyedot. 

Baca juga: Wujudkan Layanan Kesehatan Prima, DPD RI Apresiasi Sistem Digitalisasi Rumah Sakit di Jawa Tengah

Baca juga: Geng Motor Knalpot Brong Kocar-kacir Dipentungi Warga di Tawangmangu

Baca juga: Polres Semarang Laksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Candi 2021

"Ini sangat berbahaya,” kata dr Mohammad Fikri Hafidhi SpB, dokter spesialis bedah RS Islam Banjarnegara, Senin (16/11/2021). 

Kesalahan lain yang kerap dilakukan masyarakat adalah dengan cara mengikat kencang bagian  atas dan bawah bekas gigitan ular. 

Cara ini tentu berbahaya. 

"Karena di antara dua ikatan kencang tersebut bisa berefek buruk terlokalisir. Bahkan jika tak beruntung, bisa menjadikan busuk pada lokasi tersebut dan berujung di potong atau amputasi,” kata dr Fikri

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved