Breaking News:

Guru Berkarya

Memanfaatkan Youtube dalam Pembelajaran Bisnis Daring dan Pemasaran

Semua unsur dalam dunia pendidikan seakan dihentak oleh gelombang pandemi yang mendera.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Tunfadilah SPd, Guru SMKN 1 Pemalang 

Oleh: Tunfadilah SPd, Guru SMKN 1 Pemalang

SEMUA unsur dalam dunia pendidikan dihentak oleh gelombang pandemi yang mendera. Proses pembelajaran sebagai salah satu unsur penting dalam dunia pendidikan paling besar merasakan akibatnya. Proses pembelajaran harus langsung mengadakan penyesuaian dengan situasi genting yang sedang terjadi. Pola pembelajaran dilaksanakan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan dalam jaringan.

Guru secara otomatis harus lebih mengatahui dan memahami PJJ dan penerapannya. Guru juga dituntut harus melek teknologi karena pembelajaran dilakukan secara online atau daring termasuk pelaksanaan di SMK Negeri 1 Pemalang Kabupaten Pemalang.

Akan tetapi, beberapa permasalahan dalam penerapan proses PJJ dan daring tidak dapat dihindarkan. Permasalahan muncul dari guru sebagai pendidik dan peserta didik itu sendiri. Kemampuan dan kemauan guru yang rendah dalam menguasai dan mengoperasikan kemajuan teknologi berbasis internet menjadi salah satu kendala. Banyak guru masih gagap terhadap perkembangan teknologi, smartphone dan media sosial. Guru merasa enggan untuk mempelajari berbagai pengetahuan teknologi.

Di sisi lain, peserta didik juga menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi. Permasalahan tersebut di antaranya terbatasnya jaringan dan akses internet, kuota internet yang mahal dan rendahnya pengetahuan tentang pemanfatan teknologi.

Oleh karena itu, guru harus melakukan perubahan untuk mengantisipati terjadinya pandemi yang berkelanjutan. Pada pelaksanaan pembelajaran daring, guru harus berpikir cepat untuk segera melakukan adaptasi penggunaan media pembelajaran sebagai sarana pembelajaran yang berbasis teknologi. Media pembelajaran akan mempermudah guru dalam menyampaikan proses pembelajaran.

Ahmad Rohani (2007: 3) menjelaskan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam proses belajar mengajar yang berupa perangkat keras maupun perangkat lunak untuk mencapai proses dan hasil intruksional secara efektif dan efisien. Sudarwan Danim (1994: 7) turut menambahkan bahwa media pembelajaran merupakan seperangkat alat bantu atau pelengkap yang digunakan oleh guru atau pendidik dalam rangka berkomunikasi dengan siswa atau peserta didik. Di samping itu, pelaksanaan proses pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menuntut peserta didik tidak hanya pada aspek pengetahuan saja tetapi juga keterampilan.

Proses pembelajaran khususnya mata pelajaran penataan produk jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran pada KD. Menganalisis stock floor sesuai SOP, produk drink, food, fresh dan kosmetik di supermarket, fashion dsn sport menitikberatkan kepada tingkat keterampilan yang tinggi bagi peserta didik. Implementasi aspek keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik perlu dituangkan dalam media pembelajaran dalam bentuk praktek pembelajaran. Pemilihan media pembelajaran harus menjadi prioritas agar dapat mengantarkan proses pembelajaran kearah yang lebih baik.

Salah satu media pembelajaran yang tepat di masa pandemi adalah Youtube Channel (YTC). YTC merupakan perangkat media sosial yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran. YTC dapat memberikan ruang kepada guru dan peserta didik untuk melakukan komunikasi dua arah. Bahkan proses pembelajarannya akan tersimpan dalam aplikasi tersebut, sehingga dapat diakses kapan saja.

Guru memulai proses pembelajaran menggunakan media YTC dengan membuat video pembelajaran tentang materi dan menguploadnya. Peserta didik mengaksesnya melalui link yang dibagikan guru dalam WAG.

Setelah peserta didik memahami tentang materi, guru meminta semua peserta didik untuk membuat video tentang tugas yang diberikan guru. Link masing-masing YTC peserta didik disalin dan dikirim ke WA guru untuk kemudian diadakan penilaian.

Pembelajaran menggunakan media YTC membuat peserta didik senang dan menikmati prosesnya. Tidak sekadar teori atau pengetahuan saja yang diperoleh, tetapi juga mendapatkan keterampilan membuat suatu produk video pembelajaran. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved