Breaking News:

Guru Berkarya

Pemanfaatan QR Code dalam Pembelajaran Kebugaran Jasmani

Pandemi yang tidak kunjung usai memaksa siswa untuk mengurangi mobilitas, sehingga aktivitas fisikpun akan menurun.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Agus Setiawan SPd MPd, Guru SMPN 1 Juwana Kab Pati 

Oleh: Agus Setiawan SPd MPd, Guru SMPN 1 Juwana Kab Pati

PANDEMI yang tidak kunjung usai memaksa siswa untuk mengurangi mobilitas sehingga aktivitas fisik pun menurun. Berkurangnya aktivitas fisik ini berdampak pada penurunan derajat kebugaran jasmani siswa.

Padahal dalam pandemi ini, kita dituntut untuk menjaga kebugaran agar dapat terhindar dari penularan virus corona. Kebugaran jasmani atau sering disebut kesegaran jasmani merupakan kondisi dimana seseorang mampu melaksanakan aktivitas sehari-hari tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan dengan tenaga yang dimiliki siswa masih dapat menikmati waktu luang.

Rendahnya derajat kebugaran jasmani siswa dan kurangnya motivasi siswa untuk melaksanakan aktivitas kebugaran jasmani membuat tujuan pembelajaran tidak terpenuhi. Kompleksitas gerak yang harus dilaksanakan siswa perlu didukung dengan pemenuhan materi dan referensi gerakan yang spesifik. Permasalahan lain yang muncul dalam pembelajaran kebugaran jasmani adalah kurangnya partisipasi gerak dari siswa.

Menurut Djoko Pekik Irianto (2004: 2), kebugaran jasmani bisa diartikan sebagai kemampuan fisik seseorang untuk dapat melaksanakan aktivitas kerja sehari-hari secara efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan. Kebugaran jasmani menjadi salah satu ranah dalam pembelajaran PJOK.

Untuk mencapai kebugaran jasmani, ada tiga faktor yang wajib diperhatikan. Pertama, aktivitas fisik atau latihan secara terstruktur. Kedua, makanan atau asupan gizi yang seimbang. Ketiga, istirahat yang cukup.

Mempraktikkan latihan peningkatan derajat kebugaran jasmani merupakan salah satu kompetensi dasar yang diajarkan pada kelas 8 SMPN 1 Juwana, tepatnya di semester gasal. Siswa diharapkan mampu mempraktikkan beberapa bentuk latihan untuk meningkatkan kebugaran jasmani khusunya yang berkaitan dengan ketrampilan. Latihan kebugaran disajikan dalam bentuk circuit training.

Ponsel dan internet menjadi aspek penting dalam kehidupan kita. Mereka memberikan kenyamanan kita untuk mendapatkan informasi yang kita inginkan. Kedua komponen tersebut dapat dimanfaatkan untuk menjadi media pembelajaran yang memudahkan siswa untuk mencapai tujuan belajar.

QR Code merupakan singkatan dari Quick Response Code, yaitu sebuah gambar dua dimensi yang mempresentasikan sebuah data. Dengan menggunakan ponsel, siswa dapat mengakses materi, tugas dan tutorial gerakan yang sudah dipersiapkan oleh guru.

Materi dan tugas disiapkan dalam bentuk video yang diunggah dalam channel youtube serta uraian tugas dibuat dalam bentuk dokumen yang ditautkan dengan Google Drive. Siswa mengakses tugas dan materi dengan cara menmindai QR Code dengan menggunakan ponsel. Kemudian mempraktikkan latihan kebugaran sesuai dengan tutorial yang sudah disiapkan oleh guru.

Pemanfaatan media pembelajaran dengan QR Code memudahkan siswa untuk mengakses materi sesuai dengan tugas gerak yang diberikan. Media pembelajaran yang interaktif dapat meningkatkan antusiasme siswa sehingga partisipasi gerak juga meningkat. Pembelajaran dengan media QR Code dapat mendukung siswa untuk menggunakan ponsel dan internet secara positif.

Melalui pemanfaatan QR Code dalam pembelajaran kebugaran jasmani, diperoleh simpulan bahwa media QR Code memberikan manfaat positif dalam implementasinya di pembelajaran PJOK. Siswa mendapatkan informasi dengan lebih mudah dan spesifik terkait dengan materi pembelajaran. Siswa dapat mengakses materi, tugas, dan tutorial gerakan dengan mudah. Sehingga siswa mampu melaksanakan tugas gerak dengan baik, lebih antusias dan tujuan pembelajaran dapat terpenuhi. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved