Breaking News:

Liputan Khusus

Ramai-ramai jadi Tim Sukses Calon Presiden, Relawan GPP Bergerak Duluan untuk Ganjar Pranowo

Ketua Umum Relawan Ganjar Pranowo Presiden (GPP) Achmad Syaiful menegaskan pihaknya tak segan melakukan deklarasi dini

Tribun Jateng/Muhammad Sholekan 
Anggota Garda Relawan Indonesia Semesta (Garis) Solo Raya saat membacakan deklarasi dukungan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, sebagai calon presiden 2024, Rabu (10/11/2021) siang. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Ketua Umum Relawan Ganjar Pranowo Presiden (GPP) Achmad Syaiful menegaskan pihaknya tak segan melakukan deklarasi dini untuk mendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai capres di Pilpres 2024.

Deklarasi dini itu dimaksudkan GPP mencari dukungan untuk Ganjar nantinya. Tak hanya itu, diharapkan hal ini mampu membuat partai-partai politik melirik Ganjar sebagai capres potensial yang diusung.

"Intinya kita deklarasi dini itu mencari terus dukungan untuk Ganjar Pranowo, agar partai-partai itu melihat gitu lho bahwa di bawah itu dukungan sudah luar biasa. Sehingga mereka akan menjatuhkan pilihannya ke Ganjar Pranowo," ujar Achmad, ketika diwawancarai khusus Tribunnetwork, Jumat (12/11).

Achmad pun terang-terangan berharap agar PDI Perjuangan, partai tempat Ganjar bernaung, juga yakin dan akhirnya menjatuhkan pilihan kepada sosok pria yang identik dengan rambut putih itu.

Diketahui, PDIP sendiri belum memutuskan siapa sosok yang akan diusung dalam Pilpres 2024. Bahkan PDIP dengan tegas menyatakan akan memberikan sanksi kepada kader yang mendeklarasikan diri.

"Justru dengan kita bergerak duluan kita bisa meyakinkan parpol-parpol, terutama PDI Perjuangan. Bahwa Ganjar itu dukungan arus bawahnya itu benar-benar deras, sederas air di kali. Makanya kita deklarasi di Bantaran Kali Ciliwung karena mengambil filosofi itu, dan dan memang kali itu kan airnya mengalir sampai istana," ucapnya.

GPP belum bisa mengungkap strategi pihaknya dalam memenangkan Ganjar. Yang bisa diungkap saat ini GPP menargetkan setiap bulannya bakal melaksanakan deklarasi di setiap provinsi di Tanah Air secara berkesinambungan. Selain DKI Jakarta, Achmad menyebut relawan GPP sudah hadir dan siap di Kalimantan Timur, Jawa Barat hingga Jawa Tengah.

"Strategi tentu belum bisa kita ungkap, yang pasti kita akan merangkul, membuat masyarakat agar simpati ke Ganjar Pranowo dan bisa mengarahkan masyarakat untuk memilih Ganjar Pranowo," kata Achmad.

Terkait deklarasi-deklarasi ini, Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menyatakan pihaknya tak khawatir akan mengurangi potensi Airlangga Hartarto untuk memenangkan suara rakyat di Pilpres 2024. Diketahui, berdasarkan hasil Munas 2019 Golkar telah memutuskan akan mengusung dan mendukung kader internal menjadi capres yaitu sang ketua umum Airlangga.

"Modal dasar kami adalah kekuatan partai yang saling mendorong dan memperjuangkan mensosialisasikan pak Airlangga sebagai calon presiden. Jadi tentu kami tidak memiliki kekhawatiran, karena dari nama-nama yang dideklarasikan itu ya berbeda dengan kami yang sudah memiliki mesin partai," ujar Ace.

Ace memaparkan Golkar saat ini lebih fokus bagaimana memastikan agar para kader partai dapat mensosialisasikan dan meningkatkan elektabilitas dan popularitas Airlangga kepada masyarakat.

"Kan kita bisa menyaksikan partisipasi kader partai memasang bilboard untuk pak Airlangga, itu kan salah satu upaya yang kita lakukan selain upaya yang lain misalnya kerja-kerja bakti sosial di masyarakat yang dilakukan oleh struktur partai dari tingkat pusat sampai ke kecamatan desa itu terus dilakukan oleh partai," kata dia.

Namun di sisi lain, Ace menjelaskan agar publik pun tak salah menangkap bahwa komunikasi politik yang dilakukan Airlangga dengan berbagai partai tak selalu berujung atau bertujuan membangun koalisi. Sebab Airlangga juga merupakan Menko Perekonomian dan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

"Tentu beliau sebagai Menko Perekonomian dan Ketua KPK-PEN mendorong adanya suatu pemahaman yang sama bahwa penanganan covid dan penanganan ekonomi harus dilakukan bersama-sama dari semua elemen bangsa.

Maka komunikasi politik tidak harus dipahami sebagai upaya membangun koalisi dalam Pilpres, karena ini kan tergantung dari dinamika politik yang terjadi menjelang Pilpres nanti," kata Ace. (Tribunnetwork/Vincentius Jyestha)

Baca juga: Nissa Sabyan Gandeng Ayus di Resepsi Ria Ricis

Baca juga: Putri Mako Keponakan Kaisar Jepang Tiba di New York Bersama Sang Suami untuk Mulai Hidup Baru

Baca juga: Persijap Jepara Rekrut Mantan Pemain Rans FC dan Borneo FC

Baca juga: UMP akan Ditetapkan Gubernur Selambat-lambatnya 21 November, KSPI Jateng Minta Upah Naik 10 Persen

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved