Berita Semarang
Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana di Semarang, Hendi Bagikan 3 HT per Kelurahan
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memimpin apel kesiapsiagaan bencana di halaman Balai Kota Semarang, Selasa (16/11/2021).
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memimpin apel kesiapsiagaan bencana di halaman Balai Kota Semarang, Selasa (16/11/2021).
Seluruh unsur baik dari Kodim, Lanal, Denpom, Polrestabes, BNPB, BPBD, Dinas Perhubungan, dan beberapa unsur lainnya mengikuti apel kesiapsiagaan bencana.
Dari sisi peralatan, masing-masing instansi sudah siap.
Pada tahun ini, Pemerintah Kota Semarang menambah peralatan Handy Talky (HT) untuk memudahkan komunikasi saat terjadi bencana.
Baca juga: PDIP Kota Semarang Bantu Vaksinasi Covid-19 Bagi Warga Rejosari
Baca juga: Trans Semarang Diskon 50% untuk Peserta Festival HAM
Baca juga: Satpol PP Semarang Tunda Bongkar 20 Karaoke Liar
Wali kota yang akrab disapa Hendi membagikan lebih dari 500 HT untuk 177 kelurahan dalam rangka kesiapsiagaan bencana.
Masing-masing kelurahan mendapatkan tiga HT untuk koordinasi antara Babinsa, Babinkamtibmas, dan pihak kelurahan.
Jika ada potensi bencana diharapkan dapat segera dilaporkan agar penanganan segera dilakukan.
"Peralatan sampai hari ini sama seperti tahun lalu. Masing-masing instansi siap, tapi kami tambahkan lagi peralatan HT untuk bsa berkomunikasi karena terbukti lebih efektif. Kalau pakai HP harus cari-cari nomor. Kalau HT 24 jam bisa dipakai untuk memberi info," terang Hendi.
Adapun dari sisi logistik, Pemerintah Kota Semarang juga telah menyiapkan melalui Dinas Sosial dan Dinas Ketahanan Pangan.
Melalui apel ini, dia ingin masyarakat bisa lebih tenang bahwa pemerintah bersama stakeholder terkait menyiapkan segala kemungkinan yang terjadi di musim hujan. Dia juga mengajak masyarakat untuk saling bekerjasama dalam penanganan bencana. Semisal, membuang sampah pada tempatnya agar pompa dan saluran berjalan efektif.
"Saya harap masyarakat ikut terlibat aktif melaporkan, termasuk menjaga lingkungan. Hal-hal yang sering muncul adalah seringkali tertutupnya pompa dan saluran oleh sampah," ujar Hendi.
Titik rawan bencana, sambungnya, telah dipetakan berdasarkan pengalaman bencana sebelumnya. Wilayah rawan longsor berada di daerah atas antara lain Lempongsari, Candisari, dan Tegalsari. Sedangkan wilayah rawan banjir diantaranya Kaligawe, Genuk, dan Muktiharjo Kidul.
Kepala BPBD Kota Semarang, Arief Rudianto menambahkan, pemetaan titik rawan longsor berada di Semarang Barat, Candisari, Banyumanik, dan Gajahmungkur. Adapun wilayah rawan banjir meliputi Genuk, Gayamsari, Semarang Timur, Tugu, Ngaliyan, Semarang Utara, dan Tembalang.
BPBD telah menyiapkan sumber daya manusia (SDM), peralatan antisipasi dan penanganan serta telah melakukan pemetaan daerah rawan bencana.
Dari segi SDM, ada 30 personil di lapangan dan 40 tenaga administrasi yang telah dilatih. BPBD juga menjalin hubungan dengan relawan melalui kelurahan siaga bencana (KSB).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wali-kota-semarang-hendrar-prihadi-mencoba-peralatan-penanganan-bencana.jpg)