Berita Regional
Pilkdes Ricuh, Warga Bakar Kotak Suara dan Rusak Kantor Desa, Terungkap Kecurangan Versi Massa
Warga nekat membakar kotak suara dan fasilitas desa seusai gelaran Pilkades. Ricuh Pilkades itu terjadi di Desa Buano Utara, Kecamatan Huamual.
TRIBUNJATENG.COM, MALUKU - Warga nekat membakar kotak suara dan fasilitas desa seusai gelaran Pilkades.
Ricuh Pilkades itu terjadi di Desa Buano Utara, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku
Petugas berlarian menyelamatkan diri saat tiba-tiba lemparan batu menerjang.
Baca juga: Wisatawan Hilang Tenggelam di Pantai, Ayah: Dia Penghafal Alquran, Semoga Ada Keajaiban
Baca juga: Rasa Syukur Nelayan Pekalongan, Hasil Bumi hingga Kepala Kerbau Dilarung Ke Laut
Baca juga: Arab Saudi Umumkan Kota Nirlaba Pertama di Dunia, Berlabel Nama Putra Mahkota
Kericuhan terjadi setelah proses penghitungan suara berlangsung di kantor Desa setempat, Minggu sore (14/11/2021).
Massa yang tidak puas dengan hasil Pilkades menyerang dan melempari kantor desa.
Mereka mengeluarkan semua kotak suara dan fasilitas yang ada di kantor tersebut kemudian membakarnya.
Selain membakar kotak suara dan fasilitas kantor desa, massa juga ikut membakar meja, kursi serta fasilitas lainnya di kantor Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat.
Kepala BPD Buano Utara, Bakri Nanilette mengakui aksi anarkistis itu dilakukan bebeerapa saat setelah menghitungan suara dilakukan.
“Itu kejadian setelah penghitungan suara. Jadi panitia sedang bersiap-siap mendatangani berita acara, tiba-tiba massa menyerang dan melempari kantor desa sehingga panitia semua lari."
"Saat itu massa kemudian mengeluarkan semua kotak suara lalu membakarnya di depan kantor desa,” kata Bakri kepada Kompas.com saat dihubungi dari Ambon, Senin (15/11/2021).
Aksi pembakaran kotak suara dan fasilitas desa itu diduga dilakukan tiga pendukung calon kepala desa yang kalah dalam pilkades tersebut.
Terkait insiden itu, Bakri mengaku sangat menyesalkan kejadian yang berujung pada pembakaran kotak suara dan fasilitas desa.
Ia pun meminta polisi untuk mengusut aktor dibalik aksi anarkistis tersebut.
“Saya belum bisa berbicara banyak karena saat ini polisi masih melakukan pengusutan dan sedang melakukan olah tempat kejadian perkara,” katanya.
Kepala Satuan Reskrim Polres Seram Bagian Barat Iptu Pieter Fredy Matahelemual yang dikonfirmasi Kompas.com secara terpisah membenarkan adanya insiden tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sekelompok-massa-merusak-dan-membakar-kotak-suara.jpg)