Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Tiga Pemuda Ini Siap Wujudkan Mimpi Ganjar Pranowo Bangun Big Data Pertanian Jateng

Pandu Yudha,seorang dosen di UGM, Gian dan Anindita siap mewujudkan mimpi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo membangun big data di sektor pertanian.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: moh anhar
Dokumentasi Humas Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mendengarkan paparan terkait software Tandhur di rumah dinasnya, Selasa (16/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Masih ingat dengan dua anak muda bernama Albertus Gian dan Anindita Pradana Suteja yang diundang Ganjar dalam acara podcastnya beberapa waktu lalu?

Lulusan Universitas of Manchester Inggris dan Imperial Collage London yang membuat drone untuk mendukung sektor pertanian itu kini kembali datang menemui Ganjar dengan inovasi baru.

Bersama satu orang rekannya bernama Pandu Yudha yang seorang dosen di UGM, Gian dan Anindita siap mewujudkan mimpi Ganjar membangun big data di sektor pertanian.

Ganjar memang menantang Gian dan Anindita saat podcast pada 27 Oktober lalu. Kepada keduanya, Ganjar ingin dibuatkan sebuah sistem yang dapat memonitoring sekaligus mengevaluasi sektor pertanian di Jawa Tengah.

Baca juga: TNI Tangkap 2 Polisi Pangkat Aiptu Mainan Miras Ilegal

Baca juga: Video Warga Tambak Lorok Semarang Terkepung Rob, Diperparah Limpasan Sungai saat Hujan

Tidak butuh waktu lama. Hanya selang dua minggu setelah pertemuan dengan Ganjar, Gian dan Anindita berhasil membuat sebuah sistem pengelolaan sektor pertanian di Jateng.

Mereka menamakannya Tandhur. Sebuah sistem yang dibuat khusus untuk mendata siapa, tanam apa, di mana, berapa luas lahan, perhitungan finansial pertanian sampai estimasi produksi hasil pertanian.

"Beberapa minggu lalu kita ngobrol dengan pak Ganjar, beliau menantang kami membuat sistem monitoring dan evaluasi khususnya di bidang pertanian. Hari ini saya bersama mbak Anindita dan mas Pandu datang kembali, menjawab janji kami bahwa kami bisa menghadirkan sebuah sistem itu," kata Gian, di rumah dinas Gubernur Jawa Tengah, Selasa (16/11/2021).

Gian menerangkan, sistem yang ditawarkan itu berbentuk software. Sistem itu nantinya akan digunakan untuk melengkapi data dan program yang sudah dijalankan di Jateng yakni Kartu Tani.

"Kami akan melakukan uji coba di enam eks karesidenan di Jateng. Nanti akan dilihat apakah hasilnya sesuai yang diinginkan atau ada penambahan, sebelum bisa diimplementasikan ke seluruh daerah di Jawa Tengah," terangnya.

Sementara Pandu menerangkan, sistem Tandhur merupakan aplikasi yang sangat sederhana. Sistem itu nantinya akan merepresentasikan posisi lahan di Jateng untuk mengetahui berapa luas lahan pertaniannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved