Fokus
Fokus : Mengawal Kilang Minyak
Api yang berkobar sejak pukul 19.20 WIB itu berhasil dipadamkan 12 jam kemudian. Keadaan Benar-benar dinyatakan aman pukul 09.15 WIB
Penulis: muslimah | Editor: Catur waskito Edy
Oleh Muslimah
Wartawan Tribun Jateng
Api yang berkobar sejak pukul 19.20 WIB itu berhasil dipadamkan 12 jam kemudian. Keadaan Benar-benar dinyatakan aman pukul 09.15 WIB. Ya, Masyarakat Indonesia akhir pekan lalu, tepatnya Sabtu (13/11/2021) mengarahkan perhatian ke Cilacap.
Terjadi kebakaran di kilang 36 T102 Pertamina RU IV Cilacap. Dijelaskan, kilang tersebut berisi bahan komponen pertalite dengan kapasitas 31.000 kilo liter.
Petugas pemadam bergerak sigap. Strategi yang dilakukan adalah melakukan penyekatan terhadap area tanki yang terbakar. Kemudian dilakukan pula pengendalian fluida dan pendinginan atau cooling di sekitar tangki yang lain.
Syukurlah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Warga sekitar yang sempat mengungsi pun bisa kembali ke kediamannya. Pertamina juga menyatakan stok bahan bakar aman sehingga tidak perlu melakukan panic buying.
Dari hasil penyelidikan terungkap kebakaran diduga karena sambaran petir. Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfhi, menyatakan pihaknya sudah memeriksa 6 orang saksi dengan 5 orang di antaranya adalah pihak eksternal.
Kelima saksi membenarkan bahwa pada Sabtu malam, 13 November 2021 saat terjadi insiden kebakaran, terjadi hujan yang disertai petir di sekitar lokasi kejadian.
Hal ini diperkuat dengan keterangan saksi dari pihak Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap dimana pada hari H ada 2 titik petir dengan jarak 45 kilometer dan 12 kilometer.
Kepolisian juga sudah memeriksa rekaman 7 kamera CCTV dengan 2 di antaranya memperlihatkan bahwa pada pukul 19.10 WIB terlihat adanya kilatan cahaya petir disusulkan timbulnya kebakaran.
Siapa yang bisa menyalahkan alam dan musibah? Masalahnya masih di tahun ini juga, tepatnya di bulan Juni, kilang Pertamina Cilacap juga terbakar karena sambaran petir.
Itulah yang pada gilirannya menimbulkan pertanyaan dari masyarakat. Kenapa bisa tersambar petir lagi? muncul kekhawatiran karena musim hujan baru saja dimulai. Bagaimana jika tersambar petir lagi?
Apa tidak dilakukan antisipasi seperti memasang penangkal petir yang representatif? Karena iklim terus mengalami perubahan, terjadi pemanasan global dan lain sebagainya. Apalagi dikatakan bahwa petir di Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda dan memiliki ekor gelombang lebih panjang yang bisa melelehkan metal.
Karena itu kemananan kilang di Indonesia mestinya juga berbeda. Harus terus dilakukan evaluasi atau diupgrade sebagai langkah antisipasi terhadap segala kemungkinan.
Setidaknya seperti itulah pandangan awam. Sebagai objek vital negara, kilang minyak harus dijaga ketat dari berbagai macam ancaman, termasuk kebakaran (dengan berbagai penyebabnya).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/muslimah-jpg.jpg)