Cara Menghitung Weton 8 Kategori Jodoh Menurut Primbon Jawa
Berikut cara menghitung weton neptu pasaran dan depana kategori jodoh menurut primbon Jawa.
Penulis: non | Editor: abduh imanulhaq
Cara Menghitung Weton 8 Kategori Jodoh Menurut Primbon Jawa
TRIBUNJATENG.COM - Berikut cara menghitung weton neptu pasaran dan depana kategori jodoh menurut primbon Jawa.
Dalam budaya Jawa, weton adalah hitungan hari lahir seseorang yang digunakan sebagai patokan untuk menunjuk ramalan tertentu.
Kecocokan jodoh dari weton lahir menjadi hal sangat dipertimbangkan bagi masyarakat Jawa.
Mereka percaya jika neptu weton seseorang bisa menunjukkan watak lahir dari yang bersangkutan.
Dengan menghitung kecocokan jodoh, setidaknya bisa melihat bagaimana nasib rumah tangga yang dijalani.
Berikut cara menghitung weton jodoh menurut Primbon Jawa.
Pertama kamu harus mengetahui neptu dari hari pasaran tanggal lahir.
Cek tabel berikut:

Setelah itu jumlahkan nilai hari dan nilai pasaran.
Misalnya, lahir pada Kamis Legi.
Maka neptu adalah 13.
Hasil itu didapat dari nilai hari Kamis yakni 8 + nilai pasaran Legi yakni 5.
Kemudian, hitung neptu pasangan dengan cara yang sama.
Terakhir jumlahkan neptu kamu dengan pasangan.
Misalnya lahir Kamis Legi dengan neptu 13, sedang pasangan lahir Kamis Pon dengan neptu 15.
Maka, jika dijumlahkan hasilnya adalah 28.
Setelah mendapatkan hasil cek jumlah angka tersebut dari delapan kategori berikut:
1. Pegat (1, 9, 10, 18, 19, 27, 28, 36)
Dalam bahasa Jawa, pegat artinya cerai.
Bila hasil perhitungan dan pasangan mendapatkan hasil 1, 9, 10, 18, 19, 27, 28, dan 36, maka masuk dalam kategori pegat.
Baca juga: Watak Laki-laki Weton Kamis Menurut Primbon Jawa, Pahing Keras Kepala, Kliwon Setia
Baca juga: Rezeki Seret hingga Banyak Utang, Pasangan Weton Ini Rawan Miskin jika Menikah!
Ada indikasi bahwa dan pasangan bakal mendapatkan masalah dalam kehidupan rumah tangga.
Masalah itu bisa datang dari banyak sumber seperti ekonomi hingga orang ketiga.
Akibatnya, pertengkaran bisa sering terjadi dan berujung pada perceraian.
2. Ratu (2, 11, 20, 29)
Ratu artinya jodoh.
beruntung bila masuk dalam perhitungan ini.
Sebab, itu artinya dan pasangan berjodoh.
Pasangan yang masuk dalam kategori ratu bakal hidup dengan harmonis, dipenuhi kebahagiaan, bahkan membuat iri banyak orang.
dan pasangan bisa saling memahami dan menyelesaikan setiap masalah rumah tangga dengan baik.
3. Jodoh (3, 12, 21, 30)
Sesuai namanya, kategori ini membawa arti bahwa dan pasangan jodoh alias sangat cocok.
dan pasangan memiliki watak yang saling melengkapi.
Alhasil, kehidupan rumah tangga akan berjalan rukun dan bahagia.
4. Topo (4, 13, 22, 31)
Topo memiliki arti kesulitan.
Artinya, saat awal berumah tangga, dan pasangan cenderung akan mengalami kesulitan.
Namun, seiring berjalannya waktu, masalah-masalah itu bisa diselesaikan.
dan pasangan juga semakin kuat dalam membina rumah tangga.
Jika hasil perhitungan neptu sama dengan jumlah di atas, maka kamu harus waspada.
5. Tinari (5, 14, 23, 32)
Kategori tinari menkan kebahagiaan.
Maka, bila perhitungan kecocokan dan pasangan mendapatkan hasil tinari, pun patut berbahagia.
Pasangan tinari akan mendapatan kebahagiaan dalam rumah tangganya.
Mereka juga dilimpahi rezeki yang berkecukupan.
6. Padu (6, 15, 24, 33)
Dalam bahasa Jawa, padu artinya bertengkar.
Bila perhitungan dan pasangan jatuh pada kategori padu, maka patut berhati-hati.
Sebab rumah tangga dan pasangan akan sering diwarnai dengan cekcok dan masalah yang membuat kalian bertengkar.
Umumnya, pertengkaran itu berasal dari masalah yang sebetulnya sepele.
Untuk itu, ada baiknya untuk mengalah dan tak membesarkan masalah agar rumah tangga tak berujung pada perceraian.
7. Sujanan (7, 16, 25, 34)
Sama dengan padu, sujanan juga berarti pertengkaran besar.
Bila perhitungan jatuh pada kategori ini, sebaiknya berhati-hati.
Umumnya pertengkaran yang muncul disebabkan oleh perselingkuhan.
Baik ataupun pasangan berpotensi untuk berselingkuh dan menyebabkan keretakan rumah tangga.
8. Pesthi (8, 17, 26, 35)
Pesthi tergolong kategori baik.
Bila masuk dalam kategori ini, maka rumah tangga cenderung rukun dan harmonis.
Meski demikian, masalah tetap ada.
Namun, bisa menyelesaikan masalah itu dengan baik, sehingga tak sampai bercerai. (tribunjateng/non)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/weton-dan-neptu-pasaran.jpg)