Breaking News:

Dukung Ekonomi, BI Tahan Suku Bunga di Level 3,5% dalam 9 Bulan Terakhir

BI kembali menahan suku bunga acuan alias BI 7 days reverse repo rate di level 3,5 persen, sekaligus merupakan yang kesembilan kali di tahun ini.

Editor: Vito
KONTAN/Fransiskus Simbolon
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali menahan suku bunga acuan alias BI 7 days reverse repo rate di level 3,5 persen dalam Rapat Dewan Gubernur BI November 2021, sekaligus merupakan yang kesembilan kalinya di tahun ini.

"Memutuskan untuk mempertahankan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 3,5 persen," ujar Gubernur BI, Perry Warjiyo, melalui video conference, Kamis (18/11).

Selain menahan suku bunga acuan, bank sentral juga menahan suku bunga deposit facility sebesar di level 2,75 persen, dan suku bunga lending facility di level 4,25 persen.

Menurut dia, keputusan itu sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan karena ketidakpastian di pasar keuangan global.

"Juga di tengah perkiraan inflasi yang rendah. Selain itu, sebagai upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.

Perry menuturkan, pihaknya terus memberikan dorongan terhadap pemulihan ekonomi nasional akibat dampak pandemi covid-19.

"Bank Indonesia juga terus mengoptimalkan seluruh bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makro ekonomi dan keuangan, serta mendukung upaya perbaikan ekonomi lebih lanjut," jelasnya.

Hal itu dilakukan oleh beberapa langkah bank sentral. Pertama, melanjutkan kebijakan nilai tukar rupiah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, yang sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar.

Kedua, melanjutkan penguatan strategi operasi moneter untuk memperkuat efektivitas stance kebijakan moneter akomodatif.

Ketiga, memperkuat kebijakan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK) dengan pendalaman analisis pada kelompok bank-bank terbesar yang memiliki pangsa kredit sekitar 70 persen dari industri.

Keempat, mempertahankan kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS untuk merchant kategori Usaha Mikro (UMI) sebesar 0 persen sampai dengan 30 Juni 2022, untuk menjaga kesinambungan akseptasi dan penggunaan QRIS dengan tetap menjaga sustainabilitas industri.

Kelima, memfasilitasi penyelenggaraan promosi perdagangan dan investasi, serta melanjutkan sosialisasi penggunaan Local Currency Settlement (LCS) bekerja sama dengan instansi terkait.

Perry menyebut, pada November dan Desember 2021 akan diselenggarakan promosi investasi dan perdagangan di Jepang, Tiongkok, Amerika Serikat (AS), Inggris, Rusia, Brunei, dan Singapura. (Tribunnews/Yanuar Riezqi Yovanda/Kontan.co.id/Bidara Pink)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved