Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kecelakaan Lalu Lintas

Hendri Tewas Dalam Kecelakaan Maut Semarang, Adu Banteng Megapro Vs Supra X 125

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Beringin Raya atau depan gedung asrama PGSD Unnes, Tambakaji, Kota Semarang, Rabu (17/11/2021) sekira pukul 16.10 WIB

Penulis: iwan Arifianto | Editor: m nur huda

Ia menyebut, kecelakaan terjadi lantaran Megapro melaju kencang dari arah selatan ke utara.

Ia menduga Megapro hendak menyalip mobil tapi dari arah berlawanan melaju motor Supra X 125.

"Diduga saat nyalip itulah mereka tabrakan. Mobil yang disalip jenis apa kurang tahu," bebernya.

Pantauan Tribunjateng.com di lapangan, kedua motor alami kerusakan parah di bagian stang kemudi.

Korban dievakuasi sekira pukul 16.55.

Polisi mengevakuasi dua motor tersebut pada pukul 17.15.

Setelah itu polisi melakukan olah tempat kejadian perkara hingga pukul 17.30.

Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Sigit menyebut, penyebab kecelakaan maut antara Megapro dengan Supra X 125 lantaran Megapro melaju terlalu ke kanan. 

Ketika kejadian, Megapro melaju dari selatan ke utara, dari sebaliknya melaju motor Supra. 

Kecelakaan adu banteng tersebut terjadi di Jalan Beringin Raya, depan gedung PGSD Unnes, Selasa (17/11/2021).

"Iya pemotor Megapro terlalu melaju ke kanan sehingga menabrak Supra," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com.

Ia menjelaskan, Megapro pelat H2572CQ dikemudikan Hendri Kurniyawan (18) warga Kalikangkung Gondoriyo RT 3 RW 1, Gondoriyo, Ngaliyan.

Pemotor Supra dikemudikan Muhammad Ryan Nur Muffairin (19) warga Kalikangkung Gondoriyo RT 1 RW 1, Gondoriyo, Ngaliyan.

"Betul mereka berdua ternyata satu kampung hanya beda RT," papar Sigit.

Kondisi kedua korban, Megapro meninggal dunia di lokasi kejadian alami luka parah di bagian kepala.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved