Berita Solo
Jelang 100 Hari Mangkatnya Mangkunegara XI, Himpunan Kawula Muda Mangkunegaran Bicara Soal Pengganti
Dalam tradisi suksesi di Pura Mangkunegaran, penentuan siapa pengganti akan dilakukan setelah melewati 100 hari sejak mangkatnya penguasa sebelumnya
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara pada Jumat (19/11/2021) mendatang tepat 100 hari mangkat.
Dalam tradisi suksesi di Pura Mangkunegaran, penentuan siapa pengganti akan dilakukan setelah melewati 100 hari sejak mangkatnya penguasa sebelumnya.
Hingga saat ini, ada 3 sosok calon pengganti Mangkunegara XI yaitu: GPH Paundrakarna Jiwo Suryonegoro; GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo, dan KRMH Roy Rahajasa Yamin.
Menanggapi suksesi di dalam Pura Mangkunegaran, Sekjen Himpunan Kawula Muda Mangkunegaran (HPNM), Andhi Wisnu Wicaksono menyebut, sejarah suksesi Mangkunegaran sudah terbukti selalu berjalan mulus.
Dan itu mesti dipertahankan dan menjadi contoh baik bagi entitas keraton Nusantara lainnya bahkan bagi situasi politik nasional sekalipun.
"HPNM berpendapat pula, sesuai dengan angger-angger yang berlaku di keraton-keraton catur sagotra, bahwa pewaris tahta utama adalah putra dari pemimpin sebelumnya," ucapnya kepada Tribun Jateng, Kamis (18/11/2021).
Dari kedua putra tersebut, lanjut dia, HPNM berpendapat, lebih afdol apabila yang tertua yakni GPH Paundra yang menduduki kursi adipati dan sang adik GPH Bhre mendampingi sebagai Prangwedana, sekaligus kelak menjadi calon pengganti apabila GPH Paundra turun tahta.
"Kedua bersaudara ini, dengan perbedaan latar belakang pendidikan dan selisih usia yang cukup panjang justru dapat saling melengkapi satu sama lain," ungkapnya.
Dia menyampaikan, kedua saudara beda ibu tersebut bisa bekerja bergandeng tangan dengan konsep loro-loroning atunggal selayaknya raja dan perdana menteri dalam konsep politik masa kini.
"HPNM juga telah menyampaikan surat tertulis kepada Gusti Kanjeng Putri Mangkunegoro IX, GRAy Retno Satuti Yamin Suryohadiningrat, serta GRAy Retno Rosati Hudiono Kadarisman Notohadiningrat," terangnya.
Selain menyampaikan gagasan dan pendapat siapa yang sebaiknya jumeneng sebagai Adipati Mangkunegara X ada lima poin yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan pewaris tahta Kadipaten Mangkunegaran.
Dia mengungkapkan, pertimbangan itu adalah: Adipati Mangkunegara haruslah memiliki sikap terbuka terhadap perkembangan milenial.
Adipati Mangkunegara haruslah memahami tata nilai dan budaya Jawa, perjalanan suksesi harus dilakukan dengan mengikuti angger-angger yang berlaku sebagai etika politik Mataram.
Pewaris yang ada harus dapat bekerjasama dengan memaksimalkan keunggulan masing-masing dan saling melengkapi, proses pergantian ini harus didukung oleh segenap kerabat internal Pura Mangkunegaran.
"Pada hari ke-100 surudnya KGPAA Mangkunegoro IX pada hari Jumat, tanggal 19 November mendatang, HPNM dan HKMN Pareanom tidak terlibat dalam acara yang digelar di istana Pura Mangkunegaran," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pura-mangkunegaran-solo-24-20-2021.jpg)