Berita Otomotif
Jokowi Sebut Insentif PPnBM Dongkrak Penjualan Otomotif Lebih dari 60%
Kebijakan relaksasi pajak penjualan barang mewah atau PPnBM dinilai efektif menggenjot penjualan mobil di tengah pandemi covid-19.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Kebijakan relaksasi pajak penjualan barang mewah atau PPnBM dinilai efektif menggenjot penjualan mobil di tengah pandemi covid-19.
Hal itu diungkapkan Presden Joko Widodo (Jokowi), saat meninjau ajang Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS), di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Rabu (17/11).
Kebijakan tersebut dinilai dapat dilihat dari meningkatnya produksi dan penjualan dari industri otomotif. Jokowi mengatakan, kebijakan relaksasi PPnBM berhasil mendongkrak kenaikan penjualan mobil hingga lebih dari 60 persen.
"Terakhir angka yang saya dapatkan ada kenaikan kurang lebih 60 persen. Ini sangat baik untuk memberikan dorongan pada pemulihan ekonomi," ujarnya, di sela kunjungan.
Turut hadir mendampingi Presiden meninjau pameran GIIAS yaitu Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi, dan Ketua Penyelenggara GIIAS Rizwan Alamsjah.
Dalam kesempatan itu, Jokowi mengunjungi booth Isuzu. Ia membahas tentang Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) atau kandungan lokal kendaraan bersama Presiden Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Eisaku Akazawa, Direktur PT IAMI Anthon Kumonty, dan Chief Operation Officer (COO) Astra Isuzu Yohanes Pratama.
Eisaku Akazawa memberi penjelasan perihal kendaraan Isuzu. Ia menjawab dengan singkat tiga pertanyaan dari Presiden Jokowi tentang kandungan lokal, lokasi pabrik pembuatan, dan masalah apa yang saat ini dihadapi Isuzu.
Beberapa waktu lalu, saat melepas ekspor 6.000 unit Isuzu Traga ke Filipina, Presiden Jokowi juga sudah meminta agar kandungan lokal terus ditingkatkan, di mana hal itu dinilai akan meningkatkan kepercayaan diri saat mengekspor kendaraan.
Menurut Jokowi, ekspor yang dilakukan Isuzu merupakan yang diinginkan pemerintah. Jika ekspor semakin meningkat, defisit transaksi berjalan Indonesia semakin mengecil, dan neraca perdagangan bisa surplus. "Jika Indonesia kuat di ekspor, tentu tidak akan ditekan negara-negara lain. Kita dengan negara manapun berani,” ucapnya.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita sempat menyatakan, relaksasi Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) terhadap mobil baru menjadi pendorong peningkatan kandungan lokal produk otomotif nasional.
“Relaksasi itu bukan untuk mendorong penjualan saja. Ada faktor yang tidak kalah penting yang kita kejar, yaitu local purchase atau kandungan lokal,” jelasnya.
Positif
Terkait dengan kandungan lokal, Anthon Kumonty menjelaskan, permintaan Presiden Jokowi sangat positif.
Menurut dia, Isuzu yang sudah 46 tahun di Indonesia akan terus meningkatkan kandungan lokal. “Kami terus mencoba mencari apa yang bisa digarap di Indonesia, melokalkan yang saat ini masih dipasok dari Thailand maupun India,” tuturnya.
Dia menambahkan, saat ini, kandungan lokal kendaraan Isuzu yakni Isuzu Giga sudah 36 persen, lalu Traga sebesar 56 persen, dan Elf sebesar 46 persen. Peningkatan kandungan lokal dipastikan akan melihat kesediaan pemasok di Indonesia, termasuk visibility-nya. “Kami lihat seberapa besar yang bisa dilokalkan, tentunya kami berupaya semakin dalam,” tambah Anthon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/jokowi-di-booth-isuzu-giias-2021.jpg)