Breaking News:

Berita Otomotif

Jokowi Sebut Insentif PPnBM Dongkrak Penjualan Otomotif Lebih dari 60%

Kebijakan relaksasi pajak penjualan barang mewah atau PPnBM dinilai efektif menggenjot penjualan mobil di tengah pandemi covid-19.

ISTIMEWA/DOK ISUZU
Presiden Jokowi melihat kendaraan Isuzu Traga saat berkunjung ke booth Isuzu dalam pameran Gaikindo Indonesia international Auto show (GIIAS) 2021 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (17/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Kebijakan relaksasi pajak penjualan barang mewah atau PPnBM dinilai efektif menggenjot penjualan mobil di tengah pandemi covid-19.

Hal itu diungkapkan Presden Joko Widodo (Jokowi), saat meninjau ajang Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS), di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Rabu (17/11).

Kebijakan tersebut dinilai dapat dilihat dari meningkatnya produksi dan penjualan dari industri otomotif. Jokowi mengatakan, kebijakan relaksasi PPnBM berhasil mendongkrak kenaikan penjualan mobil hingga lebih dari 60 persen.

"Terakhir angka yang saya dapatkan ada kenaikan kurang lebih 60 persen. Ini sangat baik untuk memberikan dorongan pada pemulihan ekonomi," ujarnya, di sela kunjungan.

Turut hadir mendampingi Presiden meninjau pameran GIIAS yaitu Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi, dan Ketua Penyelenggara GIIAS Rizwan Alamsjah.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengunjungi booth Isuzu. Ia membahas tentang Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) atau kandungan lokal kendaraan bersama Presiden Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Eisaku Akazawa, Direktur PT IAMI Anthon Kumonty, dan Chief Operation Officer (COO) Astra Isuzu Yohanes Pratama.

Eisaku Akazawa memberi penjelasan perihal kendaraan Isuzu. Ia menjawab dengan singkat tiga pertanyaan dari Presiden Jokowi tentang kandungan lokal, lokasi pabrik pembuatan, dan masalah apa yang saat ini dihadapi Isuzu.

Beberapa waktu lalu, saat melepas ekspor 6.000 unit Isuzu Traga ke Filipina, Presiden Jokowi juga sudah meminta agar kandungan lokal terus ditingkatkan, di mana hal itu dinilai akan meningkatkan kepercayaan diri saat mengekspor kendaraan.

Menurut Jokowi, ekspor yang dilakukan Isuzu merupakan yang diinginkan pemerintah. Jika ekspor semakin meningkat, defisit transaksi berjalan Indonesia semakin mengecil, dan neraca perdagangan bisa surplus. "Jika Indonesia kuat di ekspor, tentu tidak akan ditekan negara-negara lain. Kita dengan negara manapun berani,” ucapnya.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita sempat menyatakan, relaksasi Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) terhadap mobil baru menjadi pendorong peningkatan kandungan lokal produk otomotif nasional.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved