Berita Slawi
Warga Dukuh Karangsari Jatinegara Tegal Dambakan Akses Jalan ke Kampungnya Diperbaiki
Di era pembangunan seperti sekarang ini, ternyata masih ada pemukiman yang akses jalannya masih sangat sulit dijangkau kendaraan biasa
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Di era pembangunan seperti sekarang ini, ternyata masih ada pemukiman yang akses jalannya masih sangat sulit dijangkau kendaraan biasa dan hanya bisa dilalui mobil khusus seperti untuk offroad.
Imbasnya, warga cukup kesulitan beraktivitas, bahkan hanya untuk sekedar ke puskesmas, sarana kesehatan, berangkat sekolah, karena jalan utama yang sulit dijangkau.
Selain itu, perekonomian warga juga ikut terdampak karena mayoritas berprofesi sebagai petani jagung, sehingga terkendala di pengiriman yang membutuhkan ongkos lebih.
Itulah sedikit cerita, keluh kesah dari Suwarno, warga Dukuh Karangsari, Jatinegara, Kabupaten Tegal yang sangat berharap akses jalan menuju Desa atau area tempat tinggalnya bisa segera diperbaiki.
Minimal dibukakan akses jalan menggunakan aspal atau beton, sehingga tidak kesulitan seperti sekarang ini terlebih sudah memasuki musim hujan.
Akses jalan licin, berlumpur, dan berbatu, sehingga berbahaya untuk dilalui padahal tidak ada jalan lain, alias merupakan jalur utama bagi warga Dukuh Karangsari.
"Kalau musim terang kami bisa menggunakan sepeda motor obrok, tapi kalau musim hujan warga biasanya lebih memilih jalan kaki, karena tidak ada jalan lain, harus melalui hutan jati. Sementara jarak dari Dukuh Karangsari sampai Kecamatan Jatinegara sekitar 10-15 kilometer, angkutan umum baru ada berjarak 5 kilometer dari sini," ungkap Suwarno, pada Tribunjateng.com, Kamis (18/11/2021).
Dikatakan, jumlah kartu keluarga (KK) warga Dukuh Karangsari, Desa Wotgalih, RT 02/RW 01 sekitar 130 KK, sedangkan jika per kepala kurang lebih 500 orang.
Adapun mayoritas warga berprofesi sebagai petani jagung, biasanya dalam setahun dua kali masa tanam.
Setelahnya warga menjual jagung hasil panen ke pengepul atau agen yang sudah langganan di daerah Kabupaten Tegal maupun Pemalang.
"Intinya kami posisinya kemana-mana jauh, mau ke pasar jauh, ke puskesmas jauh, ke Jatinegara juga jauh, maka dari itu warga sangat berharap akses jalan bisa diperbaiki. Disini adanya sekolah dasar (SD), kalau SMP dan SMA tidak ada, jadi anak-anak kalau sekolah ke Gongseng Pemalang," katanya.
Bahkan, menurut Suwarno, jika sedang musim hujan orangtua juga ikutan repot karena harus mengantarkan anak ke sekolah.
Tidak hanya sekedar mengantar, tapi juga harus menyeberangi sungai sambil membopong sang anak.
Benar-benar perjuangan yang cukup luar biasa, tidak heran jika warga sangat mendambakan jalan bisa diperbaiki.
"Kami tidak ada pilihan, karena jika mau sekolah di Jatinegara akses susah, belum lagi jaraknya sangat jauh, dan lebih dekat ke daerah Gongseng Pemalang," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/dukuh-karangsari-desa-wotgalih.jpg)