Breaking News:

Ekspor Sido Muncul hingga Kuartal III/2021 Naik 39%

Pertumbuhan datang dari pemulihan permintaan negara-negara tujuan ekspor, seperti Malaysia dan Nigeria

Editor: Vito
TRIBUN JATENG/HERMAWAN ENDRA
ilustrasi - Anak Perusahaan Sido Muncul, PT Semarang Herbal Indoplant (SHI) melakukan ekspor perdana produk minyak atsiri nilam ke Prancis, Jumat (29/10). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk mencatat terjadinya kenaikan penjualan pasar ekspor yang tumbuh 39 persen hingga kuartal III/2021.

Direktur Keuangan Sido Muncul, Leonard mengatakan, pertumbuhan itu menandakan adanya pemulihan pasar ekspor yang sempat melemah akibat pandemi covid-19.

"Pasar ekspor tumbuh 39 persen pada 9 bulan pertama 2021. Pertumbuhan datang dari pemulihan permintaan negara-negara tujuan ekspor kami, seperti Malaysia dan Nigeria," ujarnya, kepada Kontan, akhir pekan lalu.

Menurut dia, pada periode kuartal III/2021, Sido Muncul membukukan pertumbuhan yang sangat baik. Penjualan tumbuh 41 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu, atau tumbuh sebesar 30,2 persen dari kuartal II/2021.

Seiiring dengan pertumbuhan penjualan dan efisiensi biaya yang dilakukan, menurut dia, laba bersih setelah pajak juga mengalami pertumbuhan yang memuaskan sebesar 60 persen pada kuartal III tahun ini dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

Leonard menuturkan, untuk periode yang berakhir hingga September 2021, penjualan Sido Muncul tumbuh sebesar 23 persen, dan laba bersih setelah pajak tumbuh sebesar 35 persen, dengan peningkatan margin bersih sebesar 3 persen menjadi 31 persen.

"Adapun mengenai serapan capex, hingga September kami sudah memakai anggaran sebesar Rp 74 miliar, atau sudah terserap sekitar 37 persen dari total anggaran. Penggunaan kebanyakan ditujukan untuk pemeliharaan mesin-mesin fasilitas produksi," jelasnya.

Melihat pencapaian kinerja yang cemerlang pada kuartal III/2021, Sido Muncul menatap optimistis pada prospek bisnis 2022. Sido Muncul percaya diri bisa mengantongi pertumbuhan penjualan dan laba bersih di atas 15 persen pada 2022.

Hal ini diikuti juga makin tingginya permintaan masyarakat terhadap produk kesehatan di masa pasca-pandemi. Leonard mencatat, produk-produk yang dapat menjaga daya tahan tubuh akan makin tinggi permintaannya.

"Permintaan masyarakat akan produk-produk kesehatan, terutama yang bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh akan meningkat. Misalnya seperti tolak Angin, produk herbal suplemen dan vitamin. Adapun alokasi capex yang akan kami gunakan di 2022 berkisar di kisaran Rp 200 miliar," terangnya. (Kontan.co.id/Amalia Nur Fitri)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved