Breaking News:

Guru Berkarya

Menerapkan Sticky Notes dalam Belajar Legenda Cerita Jawa

Pemanfaatan media sticky notes ini memjadikan pembelajaran di kelas menjadi hidup

Editor: abduh imanulhaq
IST
Ana Sriningsih SPd, Guru SMPN 2 Talun Kab Pekalongan 

Oleh: Ana Sriningsih SPd, Guru SMPN 2 Talun Kab Pekalongan

PESERTA didik dapat diperhatikan selama ini kian memudar untuk memahami dan menggunakan bahasa Jawa dalam keseharian. Peserta didik kian enggan dan tidak terbiasa berbahasa Jawa dengan baik dan benar. Peserta didik bahkan tidak memahami kosakata Jawa yang seharusnya umum digunakan dalam keseharian.

Perlu penanganan serius terkait dengan masalah tersebut. Mengingat bahasa Jawa adalah warisan kebudayaan Jawa yang harus dilestarikan. Adanya unggah ungguh bahasa Jawa yang cukup kompleks merupakan salah satu alasan keengganan menggunakan bahasa Jawa.

Tidak jauh berbeda dengan kehidupan sehari-hari, penggunaan bahasa Jawa di lingkungan sekolah juga mulai jarang dilakukan. Adanya bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar pembelajaran, membuat peserta didik terbiasa akan penggunaannya. Sehingga lambat laun penggunaan bahasa Jawa di lingkungan sekolah akan sirna. Pembelajaran bahasa Jawa merupakan salah satu pembelajaran muatan lokal yang ada di semua jenjang pendidikan di wilayah Jawa termasuk di SMP Negeri 2 Talun Kabupaten Pekalongan.

 Arafik (2013:29) menjelaskan bahwa mata pelajaran Bahasa Jawa adalah program pembelajaran bahasa untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan bahasa Jawa serta sikap positif terhadap bahasa Jawa itu sendiri. Pembelajaran bahasa Jawa bertujuan memberikan pemahaman kepada generasi muda terutama para pelajar untuk selalu menghargai dan bangga terhadap kebudayaan yang dimilikinya. Namun mata pelajaran Bahasa Jawa oleh sebagian peserta didik dianggap pelajaran yang sulit. Kosa kata yang ada dalam bahasa Jawa banyak tidak dipahami peserta didik, sehingga peserta didik merasa malas dan tidak antusias untuk mengikuti serta memahami lebih dalam materi yang disampaikan.

Guru juga kurang menguasai materi serta tidak menggunakan media dalam pembelajaran bahasa Jawa, sehingga menambah kesulitan untuk memahami materi yang akhirnya hasil belajarnya rendah, terutama materi kelas delapan KD. 3.1 Memahami isi teks cerita legenda. Oleh karena itu dibutuhkan media untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menuliskan ulang cerita legenda jawa yaitu dengan media sticky notes atau kertas post it.

Arini dan Nuryatin (2018:16) mengatakan sticky notes merupakan selembaran kertas catatan berwarna-warni dengan ukuran khusus yang memiliki sebaris perekat di salah satu sisi, biasanya berada di belakangnya. Penggunaan sticky notes dalam pembelajaran cerita legenda jawa diintegrasikan dalam sebuah permainan sehingga lebih menarik perhatian peserta didik.

Adapun langkah-langkah penggunaan media sticky notes pada pembelajaran yaitu guru menjelaskan kompetensi dasar, tujuan pembelajaran dan memperkenalkan media pembelajaran berupa sticky notes kepada peserta didik. Guru menjelaskan kepada peserta didik mengenai pentingnya mengetahui dan memahami cerita legenda jawa sebagai bagian dari pelestarian budaya jawa. Selanjutnya guru menceritakan tentang salah satu cerita legenda jawa dan meminta peserta didik untuk membuat rangkuman.

Guru membagikan sticky notes kepada semua peserta didik dengan menjelaskan cara mengerjakan tugasnya. Peserta didik menuliskan kalimat penting sebagai bentuk pesan yang tersirat dalam cerita legenda jawa. Peserta didik yang sudah selesai lebih cepat menulis langsung menempelkan di papan whiteboard atau kertas karton yang ditempel di depan.

Pemanfaatan media sticky notes ini memjadikan pembelajaran di kelas menjadi hidup. Peserta didik mendapatkan suasana belajar yang menyenangkan dan efektif. Peserta didik lebih bersemangat karena mengetahui tentang salah satu legenda cerita jawa. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved