Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Cara Ganjar Pranowo Bangun Rumah Warga Miskin Jadi Rujukan Nasional

Program Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, dalam memfasilitasi kepemilikan rumah untuk warga miskin mendapat perhatian nasional.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: moh anhar
Dokumentasi Humas Pemprov Jateng
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengunjungi rumah milik tuna netra pembuat besek di Dusun Gading, Desa Sumberejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Minggu (18/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Program Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, dalam memfasilitasi kepemilikan rumah untuk warga miskin mendapat perhatian nasional.

Inovasi bernama Jagani Omah Bareng Arum atau Jateng Gayeng Ndandani Omah Bareng Aplikasi Simperum ini dipamerkan Gubernur Ganjar Pranowo saat presentasi Kepala Daerah Terinovatif Kategori Provinsi dan Kabupaten.

Acara tersebut merupakan kegiatan penghargaan tahunan yang digelar Kementerian Dalam Negeri dengan tajuk Innovative Government Award (IGA) 2021.

Jagani Omah Bareng Arum dipresentasikan karena pada 2020 lalu menjadi satu dari top 10 inovasi pelayanan publik Jateng.

Baca juga: Menengok Volkschool Ketjepit, Jejak Politik Etis Era Kolonial Belanda di Punggelan Banjarnegara

Baca juga: Ini Alasan Doddy Sudrajat Ingin Ambil Barang Vanessa Angel, Sebut Besannya Ingin Jual untuk Gala

"Jateng Gayeng Ndandani Omah Bareng ini Jateng yang asyik yang membahagiakan ayo bersama-sama memperbaiki rumah yang tidak layak huni," kata Ganjar, yang mengikuti acara secara virtual, Selasa (23/11/2021).

Jateng Gayeng Ndandani Omah Bareng ini menggunakan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Perumahan (Simperum) yang juga digunakan untuk akselerasi penanggulangan kemiskinan.

Aplikasi Simperum ini juga terintegrasi dengan SIDesa atau Sistem Informasi Desa Jawa Tengah. Integrasi ini, kata Ganjar, akan mempercepat koordinasi lintas sektoral untuk mencapai target penanganan kemiskinan.

Inovasi ini juga diimplementasikan telah diproyeksikan ke total sasaran sebanyak 125 desa tersebar di 5 daerah yakni Brebes, Pemalang, Banjarnegara, Banyumas dan Kebumen.

"Ketika nanti sampai akhir tahun ini (target) kemiskinan ekstrem mesti nol, kita sudah punya roadmapnya," tegas Ganjar.

Simperum ini, kata Ganjar, membantu dan memudahkan verifikasi dari sasaran PKE tersebut. Selain itu juga untuk memenuhi layanan dasar maysarakat miskin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved