Berita Viral
Emak-emak Tenteng Gergaji Mesin, Tebang Pohon, dan Blokade Jalan, Terungkap Alasannya
Gambaran itu terlihat di Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) saat Emak-emak menenteng gergaji mesin dan memblokade jalan.
TRIBUNJATENG.COM, SULAWESI - Jika Emak-emak telah beraksi, tak ada yang bisa mengatasi.
Gambaran itu terlihat di Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) saat Emak-emak menenteng gergaji mesin dan memblokade jalan.
Aksi itu merupakan wujud dari protes jalan rusak.
Baca juga: Jenderal Andika Perkasa Ganti Danjen Kopassus, Kini Dijabat Dosen Unhan
Baca juga: Kode Redeem FF 23 November 2021, Berikut Daftarnya, Buruan Klaim! Baru Diupdate Semenit Lalu
Baca juga: Peruntungan Shio Hari Ini Selasa 23 November 2021
Baca juga: Detik-detik Penyelamatan Percobaan Bunuh Diri Karena Terlilit Pinjol, Beruntung Dipergoki Teman
Emak-emak tersebut turun tangan menebang pohon di pinggir jalan menggunakan mesin senso dan kapak.
Batang pohon tersebut sengaja ditumbangkan ke tengah jalan untuk memblokade akses antar kabupaten.
Blokade jalan ini dilakukan di Desa Wakumoro, Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna, Provinsi Sultra, pada Kamis (18/11/2021).
Blokade jalan ini dilakukan sebagai bentuk kekesalan masyarakat kepada pemerintah yang tak kunjung memperbaiki jalan tersebut.
Diketahui, jalan sepanjang tiga kilometer di tiga desa tersebut rusak parah sejak puluhan tahun, aksi pun dilakukan mulai 2017.
Jalur ini merupakan jalan provinsi akses utama menuju Kabupaten Muna Barat, Buton Tengah, dan Kota Baubau.
Jalan ini juga kerap dilalui warga untuk mengakses rumah sakit kabupaten, pasar, pelabuhan, perkantoran, dan sejumlah sekolah di pusat kota Muna.
Bahkan, warga Kabupaten Buteng kadang kala menggunakan jalur menuju ke Rumah Sakit Kabupaten Muna.
Salah seorang emak-emak, Wa Ode Nuriati mengaku kecewa kepada pemerintah yang tak menepati janjinya.
Baginya, kondisi jalan itu sangat memprihatinkan, sebab, beberapa pengendara pernah mengalami kecelakaan.
"Kita capek dijanji, tiap hari makan debu, tidur di debu, pemerintah enak duduk di kursi goyang, uang masuk terus," katanya.
Ia dan emak-emak yang lain pun mewanti-wanti akan terus menutup total jalan ini jika tak kunjung diaspal.
Baca juga: Detik-detik Penyelamatan Percobaan Bunuh Diri Karena Terlilit Pinjol, Beruntung Dipergoki Teman
Warga lain La Ode Kaslim menyebut, aksi ini merupakan kali ketiga di mana sebelumnya pemerintah berjanji akan mengaspal jalan pada Agustus 2021.
Tak hanya itu, warga sayup-sayup mendengar kabar bahwa anggaran perbaikan jalan provinsi ini sudah dianggarkan.
"Bahkan sudah ada pemenang tendernya, tapi belum dikerja juga. Informasi yang beredar kontraknya batal. Itu yang memicu rekasi keras kami," ujarnya. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunnewsSultra.com dengan judul Emak-emak di Muna Sulawesi Tenggara Tebang Pohon Blokade Jalan Rusak, Kesal Tak Kunjung Diaspal,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/belasan-emak-emak-di-kabupaten-muna-provinsi-sulawesi-tenggara-sultra.jpg)