Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Ketua DPRD Jawa Tengah Minta Dampak Negatif Pembangunan Tol Solo-Jogja Diminimalisir

Ketua DPRD Jawa Tengah, Bambang Kusriyanto, meminta pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta meminimalisir dampak negatif

Tayang:
Penulis: m zaenal arifin | Editor: muslimah
TribunSolo.com/ Mardon Widiyanto
Ilustrasi: Tongkat Kuning Penanda Lokasi Proyek Tol Solo-Jogja terpasang di area persawahan, di Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Sekasa (24/11/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua DPRD Jawa Tengah, Bambang Kusriyanto, meminta pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta meminimalisir dampak negatif yang timbul bagi masyarakat.

Dampak negatif tersebut di antaranya berkurangnya lahan pertanian, hilangnya mata pencaharian masyarakat, hingga berpindahnya tempat usaha.

Pengelola proyek Tol Solo-Yogyakarta diharapkan mencermati betul pemilihan rute dan tak segan mengubah Detailed Engineering Design (DED) jika pembangunan di tengah jalan dirasa merugikan masyarakat

Bambang Kusriyanto mengatakan, pembangunan jalan tol dibutuhkan guna mendukung perekonomian.

Dengan adanya jalan bebas hambatan, mobilitas penduduk dan distribusi barang dapat berlangsung lebih cepat.

Jalan tol juga diharapkan mampu mengembangkan kemajuan di berbagai daerah yang dilewati.

Meski begitu, tak bisa dipungkiri pembangunan tol juga memiliki sejumlah dampak negatif. Diantaranya ancaman berkurangnya lahan pertanian dan hilangnya mata pencaharian petani.

Pria yang akrab disapa Bambang Kribo ini mengungkapkan, wilayah Solo Raya, khususnya Kabupaten Klaten yang dilewati Tol Solo-Jogja selama ini dikenal memiliki lahan subur.

Klaten juga merupakan daerah penghasil padi dan menjadi salah satu lumbung pangan nasional.

“Ini yang harus diperhatikan. Keberadaan lahan pertanian dan saluran irigasi sebisa mungkin dipertahankan. Jika lahan pertanian tergusur tol, ada baiknya dipikirkan bagaimana mencari lahan pengganti,” kata politisi PDI Perjuangan tersebut, dalam rilis yang diterima Tribun Jateng, Rabu (24/11/2021).

Dia menambahkan, ada baiknya pemberian ganti untung bagi pemilik lahan juga mempertimbangkan konsep jangka panjang.

Berkurangnya lahan produktif di Kabupaten Klaten akibat terkena jalur tol perlu dipikirkan. Yang tak kalah penting, bagaimana mata pencaharian para petani bisa tergantikan.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Semarang itu menambahkan, dampak lain yang perlu dicermati adalah kerugian lingkungan bagi masyarakat.

Jangan sampai pembangunan tol mengakibatkan wilayah yang semula tidak dilanda banjir menjadi banjir.

"Ini juga harus diperhatikan. Bagaimanapun juga progres pembangunan harus terus berjalan karena ini masuk Proyek Strategis Nasional (PSN). Namun masyarakat jangan terabaikan," ujarnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved