Berita Banjarnegara
Geodipa Lakukan Tajak Sumur Pertama Dieng Unit Dua, 53 Tenaga Kerja Lokal Direkrut
PT Geo Dipa Energi kembali lakukan Tajak Sumur Pertama proyek pengembangan Dieng.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo
TRIBUNBANYUMAS. COM, BANJARNEGARA - PT Geo Dipa Energi (Persero) kembali melakukan Tajak Sumur Pertama proyek pengembangan Dieng Unit 2 berapasitas 55 Megawatt (MW).
Kegiatan bertajuk “The First Spud In Well Dieng Unit 2 Project, Geothermal For Indonesia Energy Transition” ini dilakukan secara hybrid (offline dan online) yang dihadiri Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabuaten Banjarnegara (Forkompinda), serta Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompinca).
GeoDipa sebelumnya juga telah melakukan Tajak Sumur Pertama proyek pengembangan Patuha Unit 2, Kabupaten Bandung dengan kapasitas yang sama, yaitu 55 MW.
Pengeboran dilaksanakan paralel dengan total jumlah 22 sumur meliputi, 12 sumur di Patuha dan 10 sumur di Dieng.
General Manager Project Management Unit GeoDipa, Supriadinata Marza mengatakan, 10 sumur yang akan dibor terdiri dari 5 sumur produksi dan 5 sumur injeksi.
Sumur-sumur tersebut akan menyuplai pembangkit listrik dengan kapasitas 55 MW net untuk disalurkan ke transmisi 150 kv jaringan Jawa-Bali.
Sebelum melaksanakan pengeboran, pihaknya sudah menyosialisasikan ke masyarakat sekitar perihal kegiatan itu.
“GeoDipa juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Kami selalu melakukan keterbukaan informasi,” ujarnya, Rabu (24/11/2021)
Dalam proyek pengembangan Dieng Unit 2 ini, pihaknya juga merekrut 53 tenaga kerja lokal dari 183 tenaga kerja dalam proyek tersebut.
Jumlah tersebut akan terus bertambah sampai saat proyek pada tahap konstruksi pembangkit, dimana 30-40 persen pekerja adalah tenaga kerja lokal.
Mereka akan dipekerjakan untuk mendukung pembangunan PLTP.
Direktur Utama GeoDipa, Riki Firmandha Ibrahim meminta masyarakat di sekitar wilayah kerja GeoDipa tidak khawatir dengan adanya proyek yang sedang berlangsung di Dieng.
Ia meyakinkan, GeoDipa telah melaksanakan prinsip-prinsip keamanan, keselamatan kerja, dan lingkungan sesuai standar internasional dan nasional yang berlaku.
Proyek ini disebutnya akan memberikan nilai tambah dengan keterlibatan masyarakat sekitar.
"Dengan demikian akan meningkatkan kontribusi GeoDipa bagi masyarakat, pemerintah daerah, dan juga pemerintah pusat,”ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/penandatanganan-pengeboran2.jpg)