AFPI dan OJK Pacu UMKM Manfaatkan Pendanaan Alternatif Fintech

dalam kondisi pandemi sebagian besar pelaku UMKM membutuhkan bantuan keuangan taktis untuk bisa bertahan dan terus berkembang.

Editor: Vito
shutterstock.com
Fintech 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menyosialisasikan opsi alternatif yang lebih mudah bagi para pelaku UMKM untuk mendapatkan akses pendanaan bantuan modal.

Hal itu seperti dilakukan melalui acara Fintech Lending Days bertajuk “Pemanfaatan Pendanaan Alternatif UMKM Jawa Timur Melalui Fintech Pendanaan Bersama” pada 25-26 November 2021 di Kota Malang, Jawa Timur.

Acara yang dilakukan dalam rangka Bulan Fintech Nasional ini diharapkan dapat membantu para pelaku UMKM untuk memahami pemanfaatan Fintech Pendanaan Bersama secara tepat, demi memaksimalkan produktivitas usaha, sehingga dapat mendorong kemajuan roda perekonomian daerah dengan potensi yang dimiliki beragam UMKM tersebut.

Tris Yulianta, Direktur Pengaturan, Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK, mengatakan, OJK bersama AFPI terus meningkatkan inklusi dan literasi keuangan digital di kalangan UMKM yang menjadi motor pendorong roda perekonomian daerah.

"AFPI yang merupakan mitra strategis OJK dalam menjalankan fungsi pengaturan dan pengawasan para penyelenggara Fintech Pendanaan Bersama, terus mendorong peran Fintech Pendanaan untuk menjadi solusi keuangan alternatif bagi sektor produktif masyarakat Indonesia dengan kerap melakukan edukasi dan literasi keuangan digital khususnya di kalangan UMKM," katanya, Jumat (26/11).

Fokus Fintech Pendanaan untuk pemberdayaan UMKM menjadi penting, lantaran besarnya kontribusi terhadap perekonomian nasional. Data teranyar menyatakan sumbangsih UMKM mencapai 61,07 persen untuk PDB, dan 97 persen untuk pembukaan lapangan kerja.

Ketua Bidang Edukasi, Literasi, dan Riset AFPI, Entjik S Djafar menyatakan, Fintech Lending Days diselenggarakan dalam rangka Bulan Fintech Nasional 2021, di mana AFPI berkomitmen bersama-sama dengan para pelaku industri Fintech Pendanaan Bersama turut serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan digital bagi UMKM.

Menurut dia, saat ini lebih dari 50 persen pinjaman disalurkan kepada sektor UMKM, dan dalam kondisi pandemi sebagian besar pelaku UMKM membutuhkan bantuan keuangan taktis untuk bisa bertahan dan terus berkembang.

"Di sinilah Fintech Pendanaan Bersama bisa berperan, membantu menjawab kebutuhan tersebut. Tentu saja dalam hal ini, Fintech Pendanaan Bersama akan terus berinovasi untuk menjangkau lebih banyak konsumen, terutama pelaku UMKM agar usahanya terus berkembang, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi,” paparnya.

Selain itu, sebagai asosiasi yang saat ini mewadahi 104 pelaku usaha Fintech Pendanaan Bersama yang terdaftar dan diawasi oleh OJK, AFPI berinisiasi mengadakan berbagai program dan kolaborasi industri demi meningkatkan inklusi dan literasi keuangan digital, baik nasional maupun regional, terutama dalam rangka Bulan Fintech Nasional yang tengah berlangsung ini. (Kontan.co.id/Selvi Mayasari)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved