Berita Viral
Totalitas DRS Demi Cinta, Jual Pintu hingga Genting Rumah, Ini Pesannya Buat Pacar dari Tahanan
DRS memang menyebut bahwa uang hasil menjual perabotan di rumahnya digunakan untuk dirinya dan pacarnya memenuhi kebutuhan sehari-hari
Ia pun mengaku sudah meminta maaf kepada ibunya dan akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di dalam penjara.
"Saya menyesal. Setelah merenung di sel saya menyesal lahir batin, Sudah minta maaf ke ibu saya. Yang jelas karena sudah begini ya berani berbuat harus berani bertanggung jawab," tutupnya.
Perabotan hingga Genting Habis
Ia harus berkasus dengan hukum setelah dilaporkan ibunya sendiri atas perbuatannya.
"Orang tuanya juga sudah bilang bahwa dirinya, Pak RT, tetangga, sudah sering menasehati, tapi tetap tidak bisa. Ibunya pun minta dilanjutkan (proses hukum)," kata Kanit Reskrim Polsek Pundong Ipda Heru Pracoyo, seperti dikutip dari Tribun Jogja, Kamis (25/11/2021).
Heru menyebut bahwa DRS menjual hampir semua barang-barang yang ada di rumahnya.
Itu termasuk lemari, pintu, bahkan hingga genting untuk melindungi rumah dari panas matahari dan hujan juga dijual.
Karena itulah, Pariyem (57) sudah tidak tahan dan memilih melaporkan anaknya ke kantor polisi.
"Ibunya bekerja sebagai asisten rumah tangga di Kasihan Bantul sejak dua bulan lalu. Dia tinggal di tempat ia bekerja," jelasnya.
DRS pun bisa melakukan aksinya karena tinggal di rumah sendirian, ayah DRS diketahui sudah meninggal belum lama ini.
"Sekitar tanggal 14 Oktober dia sudah mulai menjual perabotan rumah tangga, ada lemari, meja, kursi, semua perabotan di rumah habis. Termasuk daun pintu semua sudah habis," ungkapnya.
"Harganya tidak sesuai, yang penting dia dapat uang. Uangnya itu digunakan untuk foya-foya bersama teman perempuannya," bebernya.
Sebenarnya, DRS juga sudah dibelikan motor agar ia bisa mencari uang dengan menjadi tukang ojek online.
Namun, motornya justru ia gadaikan entah untuk apa.
Perbuatan DRS mulai diketahui setelah tetangganya melihatnya membongkar genteng rumahnya dan dibawa ke dalam truk pada Minggu (7/11/2021).
Warga yang melihat perbuatan DRS lantas menghentikannya dan melaporkannya kepada ibunya.
Di sanalah baru Pariyem mengetahui kelakuan anaknya.
Melihat rumahnya kosong, ia langsung pergi ke kantor polisi dan melaporkan anaknya.
"Saat itu kita kasih waktu untuk mediasi, namun paginya tetap melaporkan. Dan kita dari polsek tetap melayani laporan tersebut," tambahnya. (Tribunwow.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tersangka-drs-saat-berada-di-polres-bantul.jpg)