Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Polisi Ungkap Dugaan Penyebab Mahasiswi Meninggal di Kamar Kos di Ngaliyan Semarang

Seorang perempuan yang berstatus mahasiswi di sebuah kampus Semarang meninggal dunia di kamar kosnya, Sabtu (27/11/2021) sekira pukul 12.30 WIB.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: rival al manaf
Dok Polrestabes Semarang.
Seorang mahasiswi tewas di kamar kos, Ngaliyan, Semarang, Sabtu (27/11/2021)  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang perempuan yang berstatus mahasiswi di sebuah kampus Semarang meninggal dunia di kamar kosnya, Sabtu (27/11/2021) sekira pukul 12.30 WIB.

Korban merupakan warga Bekasi yang tinggal ngekos di sekitaran Tambakaji, Ngaliyan.

Sebelum diketahui sudah dalam kondisi meninggal dunia, para temannya sesama mahasiswi sempat menawarkannya untuk memesan makanan online secara bersama-sama pukul 10.30.

Baca juga: Pengakuan Pengemudi Mercy Lawan Arus di Tol dan Sebabkan Kecelakaan Beruntun

Baca juga: Pulang ke Rumah, Suami Pergoki Istri Sedang Selingkuh, Spontan Ambil Pisau dan Tikam Pebinor

Baca juga: Sueb Bunuh Lima Orang di Warung Siomay, Korban Kelima Seorang Wanita, Sempat Dirangkul Lalu Dianiaya

Akan tetapi ketika itu korban tak merespon.

Selang dua jam kemudian, ada tukang paket yang mengirimkan paket untuk korban.

Berhubung korban tak menyahut dipanggil abang paket, teman-temanya yang menerima paket itu.

Paket itu kemudian hendak diberikan kepada korban namun ketika ditemui di kamarnya korban sudah tak bergerak.

Kondisi tubuh korban juga sudah dingin.

"Para teman korban lalu menghubungi pemilik kos yang diteruskan ke Kami," ujar Kapolsek Ngaliyan Kompol Umbar Wijaya saat dihubungi tribunjateng.com. 

Ia bersama para anggota lantas menuju ke tempat kejadian lalu mengamankan lokasi kejadian.

Ia juga meminta tim medis dari ambulance Hebat untuk memeriksa kondisi korban sekaligus melakukan rapid tes.

"Hasil pemeriksaan tak ditemukan tanda-tanda kekerasan, sementara rapid tes hasilnya negatif," paparnya. 

Pihaknya lantas menghubungi keluarga korban di Bekasi.

Baca juga: Kunci jawaban Kelas 4 SD Tema 5 Halaman 95 97 99 Sikap Kepahlawanan

Baca juga: Pulang ke Rumah, Suami Pergoki Istri Sedang Selingkuh, Spontan Ambil Pisau dan Tikam Pebinor

Baca juga: Ayah Penjaga Gawang Sampdoria Audero Mulyadi: Enggak Lah Kalau Bela Timnas Indonesia, Terlalu Rugi

Keluarga korban menerima kejadian itu sebagai musibah yang dibuktikan melalui surat pernyataan.

Menurut keterangan dari pihak keluarga, ternyata korban memiliki riwayat epilepsi sehingga menolak mayat korban untuk diautopsi.

"Iya ada riwayat sakit sehingga kami serahkan mayat korban kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," tandasnya. (Iwn)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved