Unika Soegijapranata

Para Guru, Yuk Ikut Festival Guru Transformatif Unika Soegijapranata-Marimas, Ini Ketentuannya

Dituntut inovatif dan kreatif selama pandemi Covid-19, peranan guru layak diapresiasi. Berkat mereka, dunia pendidikan tetap berjalan.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIANTO
Rektor Unika, Ferdinandus Hindiarto (ketiga kiri) jabat jari kelingking dengan perwakilan dari Marimas sebagai tanda peluncuran Festival Guru Transformatif 

 Total hadiah yang akan didapatkan para pemenang adalah Rp 35 juta perkategori.

Juara pertama pada setiap kategori akan mendapatkan beasiswa secara penuh untuk menempuh kuliah jenjang S2 di Unika Soegijapranata.

Ferdinand mengatakan, guru sebagai pemimpin pembelajaran di kelas adalah sosok agent of change yang dibutuhkan masyarakat guna mempersiapkan siswa menjadi manusia yang adaptif.

"Harapan kami, gerakan-gerakan perubahan yang telah dipraktikkan oleh para guru ini sekaligus dapat menjadi inspirasi bagi guru-guru lain untuk diterapkan di sekolah-sekolah mereka," ujarnya.

Hasil praktik baik dari para pemenang akan didokumentasikan berupa audio visual dan dapat dilihat dan dipratikan guru lain.

Inisiatif perubahan yang dilakukan para guru di dalam kelas ini penting untuk diseminasikan kepada publik secara luas karena berpotensi memunculkan efek perubahan yang berada di luar ruang-ruang kelas pula.

Sementara, CEO PT Marimas Putera Kencana, Harjanto Halim menyampaikan bahwa Marimas siap mendukung Festival Guru Transformatif.

"Menjadi guru yang baik adalah menjadi murid yang baik," ucapnya.

Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan Bisnis Unika Soegijapranata, Robertus Probo Yulianto menuturkan, ketentuan peserta yang mengikuti festival ini yakni guru yang telah mengajar sekurang-kurangnya selama empat tahun.

"Setiap peserta akan diminta untuk membagikan pengalaman terbaik mereka dalam melakukan transformasi pendidikan di tempat mereka masing-masing.

Pengalaman terbaik tersebut dapat berupa karya kreatif, inovatif, serta metode dan desain pembelajaran yang telah diimplementasikan," jelasnya.

Ketua Panitia Bonifacio Bayu Senasaputro menambahkan, pada tahap pertama (28 November 2021-27 Januari 2022) peserta akan diminta untuk mengirimkan karya tulis mengenai gerakan perubahan yang sudah dilakukan.

Ini adalah seleksi paling awal untuk menentukan karya-karya siapa yang terbaik untuk didiseminasikan ke publik.

Peserta yang lolos tahap ini akan masuk pada tahap berikutnya yaitu mempraktikkan langsung di dalam kelas dengan disaksikan juri (21 Februari 2021-18 Maret 2022).

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved