Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Latih Kemandirian, Siswa SLB Negeri Batang Diajak Bercocok Tanam Secara Hidroponik

Beragam sayur mayur hijau yang ditanam dengan metode hidroponik dipamerkan di halaman SLB Negeri Batang

Penulis: dina indriani | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Dina Indriani
Sejumlah siswa SLB Negeri Batang sedang sibuk memanen sayur hasil tanam dengan metode Hidroponik, Selasa (30/11/2021) 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Beragam sayur mayur hijau yang ditanam dengan metode hidroponik dipamerkan di halaman SLB Negeri Batang.

Seluruh sayuran tersebut merupakan hasil cocok tanam dari para siswa.

Program hidroponik yang mulai diajarkan pada pertengahan 2020 itu membuat siswa antusias dan senang dengan kegiatan tersebut.

Dengan riang mereka pun sibuk memanen hasil sayur yang ditanam.

Kepala Sekolah SLB Negeri Batang, Sujarwo mengatakan program hidroponik sendiri tak lain untuk merangsang anak untuk lebih mandiri.

"Memang dengan adanya program tanam hidroponik tujuan kami untuk melatih dan merangsang kemandirian anak, khususnya SLB C.

Dan alhamdulillah antusias anak ternyata mereka sangat tertarik bahkan orangtuanya pun ikut menerapkan di rumah, selain itu juga sebagai kesibukan saat pendemi dan anak tetap berkegiatan dengan positif," jelas Sujarwo saat ditemui, Selasa (30/11/2021).

Selain itu, program tersebut juga sebagai bekal untuk siswa jika sudah lulus.

Tidak hanya diajarkan bercocok tanam, siswa juga diajari cara memasarkan.

"Anak-anak kami itu perlu diarahkan khusus, terutama untuk anak C jika tidak maka akan ketinggalan, utamanya dari sisi kemandirian dan harapannya bisa mandiri sesuai kemampuannya, semoga berkembang terus ke depannya," imbuhnya.

Guru Pendamping Keterampilan Pertanian Hidroponik SLB Negeri Batang, Jalu Fatkhu Rizqi mengatakan untuk siswa yang diajarkan bercocok taman mulai dari kelas 4 hingga 6 SD, SMP, dan SMA.

"Untuk kegiatannya ini memang masih cukup baru kami mulainya itu pertengahan tahun kemarin, siswa juga senang karena ini kegiatan baru bagi mereka," tuturnya.

Dengan antusias siswa pada kegiatan cocok tanam dari awalnya instalasi pipa yang dibuat hanya 100 lubang semakin berkembang menjadi 200an lubang dan telah berhasil melakukan tiga kali panen.

"Untuk saat ini masih jenis sayuran seperti pakcoy, selada, caisim, bayam merah, bayam hijau nanti ke depan kami akan merambah ke tanaman buah," jelasnya.

Dikatakannya hasil tanam siswa SLB tersebut juga telah dipasarkan di kalangan sekitar, dengan harga per pack mulai 250 gram untuk pakcoy Rp 5 Ribu perkilogram Rp 18 Ribu, selada per pack satu tangkai Rp 5 Ribu perkilogram Rp 30 Ribu.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved