Rabu, 13 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ngopi Surup

Ngopi Surup : Kisah Syamsuddin Guru Teladan yang Kini Jadi Plh Bupati Banjarnegara

Wawancara ringan yang inspiratif dikemas dalam program Ngopi Surup kali ini bersama narasumber Plh Bupati Banjarnegara, Syamsuddin.

Tayang:
Penulis: khoirul muzaki | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG/KHOIRUL MUZAKKI
Plh Bupati Banjarnegara, Syamsudin menyerahkan SK pensiun secara simbolis, Rabu (13/10/2021)  

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA -- Wawancara ringan yang inspiratif dikemas dalam program Ngopi Surup kali ini bersama narasumber Plh Bupati Banjarnegara, Syamsuddin.

Dipandu Host Rustam Aji Production Manager Tribun Jateng, Syamsuddin yang berpengalaman puluhan tahun sebagai guru, membeberkan panjang lebar bagaimana penyesuaian sosok guru menjadi pejabat, kepala dinas dan kemudian ditunjuk jadi Plh Bupati Banjarnegara.

Video Ngopi Surup tayang di media sosial Tribun Jateng. Dan kali ini disajikan kepada pembaca koran cetak Tribun Jateng, yang ditranskrip oleh wartawan Khoirul Muzaki. Berikut petikan wawancaranya.

Sebenarnya dulu apa cita-cita Bapak?

Segala sesuatu ditentukan Yang Maha Kuasa. Saya dulu hanya bermimpi biasa, ingin jadi guru. Dan ketika itu tercapai, saya bersyukur.

Motivasi saya, di manapun berada, saya ingin jadi yang terbaik. Saya hanya menapak mengikuti aliran nasib. Mengalir saja apa adanya.

Bisa cerita kenangan saat jadi guru?

Saya pertama menjadi guru di Desa Kalitengah Kecamatan Purwanegara, desa terpencil di ujung selatan Banjarnegara.

Salah satu murid saya adalah DR. Sulistyo, Ketua Umum PGRI, tokoh pendidikan yang meninggal saat terapi oksigen di RS TNI AL Mintoharjo, Jakarta. Komplek makamnya dibuat monumen pendidikan di Desa Kalitengah, Banjarnegara.

Dulu Bapak guru SD kemudian bisa jadi kepala dinas, apa kelebihannya?

Sulit untuk melihat kelebihan diri. Hanya di mana pun berada, saya berusaha jadi yang terbaik, niatnya itu. Saya pernah jadi guru teladan, lalu kegiatan pendidikan kami dikatakan berhasil. Saya jadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1999.

Lalu posisi saya bergeser ke Bappeda, di situ saya merasa “dianiaya” karena bukan bidangnya. Tapi ternyata di situ saya diberi jalan belajar perencanaan.

Lalu saya pindah menjadi Kadin Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi, menyimpang dari background saya. Di situ saya berkenalan dengan semua potensi di Banjarnegara, terutama bidang ekonomi kerakyatan. Kemudian saya ditunjuk jadi Sekda, dan 2011 saya pensiun.

Kenapa Bapak terjun ke politik?

Oh saya tidak memilih. Perjalanan yang mengantar saya ke situ. Usia saya sekarang sudah 67 tahun. Saya kembali memperoleh pelajaran.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved