Kamis, 11 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Cerita Gatotkaca Gugur, Satria Ing Pringgondani Tewas

cerita wayang Gatotkaca gugur : Gatotkaca memiliki nama lain Werkudara. Ia adalah anak kedua dari 5 bersaudara yang Dijuluki Pandawa. Gatotkaca diju

Tayang:
Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
wikipedia
Cerita Gatotkaca Gugur, Satria Ing Pringgondani Tewas 

Cerita Gatotkaca Gugur, Satria Ing Pringgondani Tewas

TRIBUNJATENG.COM- Berikut cerita wayang Gatotkaca gugur :

Gatotkaca memiliki nama lain Werkudara. Ia adalah anak kedua dari 5 bersaudara yang Dijuluki Pandawa.

Gatotkaca dijuluki otot kawat balung wesi karena kekuatannya yang luar biasa.

Gatotkaca tidak pernah kalah dalam peperangan.

Saat sekali nya kalah, ia langsung tewas dan memenangkan peperangan.

Kematian Gatotkaca terdapat dalam jilid ketujuh kitab Mahabharata yang berjudul Dronaparwa, pada bagian Ghattotkacabadhaparwa.

Ia dikisahkan gugur dalam perang di Kurukshetra pada malam hari ke-14.

Perang besar tersebut adalah perang saudara antara keluarga Pandawa melawan Korawa. 

Mahabharata mengisahkan, sebagai seorang raksasa, Gatotkaca memiliki kekuatan luar biasa terutama pada malam hari.

Setelah kematian Jayadrata di tangan Arjuna, pertempuran seharusnya dihentikan untuk sementara karena senja telah tiba. Namun Gatotkaca menghadang pasukan Korawa saat mereka dalam perjalanan menuju perkemahan mereka.

Pertempuran berlanjut; semakin malam, kesaktian Gatotkaca semakin meningkat. Banyak prajurit Korawa yang dibunuhnya.

Seorang sekutu Korawa dari bangsa rakshasa bernama Alambusa maju menghadapinya.

Gatotkaca menghajarnya dengan kejam karena Alambusa telah membunuh keponakannya, yaitu Irawan putra Arjuna pada pertempuran hari kedelapan.

Tubuh Alambusa ditangkap dan dibawa terbang tinggi, kemudian dibanting ke tanah sampai hancur berantakan. Duryodana, pemimpin Korawa merasa ngeri melihat keganasan Gatotkaca.

Ia memaksa Karna menggunakan senjata pusaka Indrastra pemberian Dewa Indra yang bernama Vasavishakti (menurut pewayangan Jawa, disebut senjata Konta) untuk membunuh rakshasa itu.

Semula Karna menolak karena pusaka tersebut hanya bisa digunakan sekali saja dan akan dipergunakannya untuk membunuh Arjuna. Karena terus didesak, akhirnya Karna melemparkan pusakanya ke arah Gatotkaca.

Menyadari ajalnya sudah dekat, Gatotkaca memikirkan cara untuk membunuh prajurit Korawa dalam jumlah besar sekaligus sekali serang.

Gatotkaca pun memperbesar ukuran tubuhnya sampai ukuran maksimal dan kemudian roboh menimpa ribuan prajurit Korawa setelah senjata pamungkas Karna menembus dadanya.

Pandawa sangat terpukul dengan gugurnya Gatotkaca. Dalam barisan Pandawa, hanya Kresna yang tersenyum melihat kematian Gatotkaca. Ia gembira karena Karna telah kehilangan pusaka andalannya sehingga nyawa Arjuna dapat dikatakan aman.

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved