Berita Kendal
Petani di Jungsemi Kendal Kembangkan Peternakan Kambing Etawa di Pesisir Pantai
Cerita menarik sekelompok petani mengembangkan peternakan kambing Etawa di pesisir Pantai Indah Kemangi (PIK), Desa Jungsemi, Kangkung, Kendal.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Cerita menarik sekelompok petani mengembangkan peternakan kambing Etawa di pesisir Pantai Indah Kemangi (PIK), Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal.
Kelompok tersebut terdiri dari 6 orang yang bekerjasama dalam mengembangkan peternakan kambing untuk meningkatkan taraf hidup keluarga.
Dalam waktu 10 bulan, kambing Etawa yang diternak di 3 kandang itu sudah berkembang 6 ekor.
Kini ada 28 ekor kambing Etawa, hasil oengembangan 22 ekor kambing bantuan Baznas Kendal.
Baca juga: Galang Situasi Nyaman di Masyarakat, Polres Semarang Jalin Komunikasi Suporter Panser Biru PSIS
Baca juga: Tanggapan Relawan Kornas-Jokowi atas Permintaan Pencopotan Sri Mulyani oleh Fadel Muhammad
Baca juga: Daftar Aplikasi yang Down Gara-gara Gedung Cyber Terbakar
Ketua kelompok, Ali Imran (38) mengatakan, ia dan kelima anggotanya mulai menjajaki peternakan kambing pada Februari 2021.
Saat itu, adalah masa sulitnya mencari pekerjaan karena terdampak kebijakan PPKM darurat.
"Awalnya dapat modal 22 kambing kecil dari Baznas. Kami tekuni bersama secara bergantian sehingga bisa berkembang menjadi 28 ekor sekarang," terangnya di Kendal, Kamis (2/12/2021).
Semua anggota Ali adalah laki-laki yang tidak mempunyai pekerjaan tetap.
Sembari menunggu hasil peternakan kambing etawanya, setiap anggota kelompok mencari pekerjaan serabutan agar memperoleh penghasilan untuk keluarga.
Ali menuturkan, menjadi peternak kambing di pinggiran sawah dekat pantai butuh keuletan dan ketelatenan.
Utamanya dalam segi keamanan ternak dari serangan binatang liar.
Meski demikian, ia mengaku senang bisa mempunyai kesibukan baru sebagai peternak kambing.
Apalagi lahan mencari pakan ternak cukup melimpah di sekitar kandang.
Tidak perlu susah-susah mencari pakan ternak ke daerah lain, juga tidak mengganggu warga sekitar atas bau kotoran yang dihasilkan kambing-kambingnya.
Ali berharap, ternak kambingnya bisa terus berkembang untuk meningkatkan taraf perekonomian keluarga dan masyarakat sekitar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/dico-m-ganinduto-2-12-2021.jpg)