Breaking News:

Berita Kudus

Bea Cukai Kudus Gagalkan Pengiriman 128 Ribu Batang Rokok Ilegal 

Bea Cukai Kudus melakukan penindakan terhadap sebuah minibus yang mengangkut 128 ribu rokok ilegal pada hari Senin (29/11/2021),

Penulis: raka f pujangga | Editor: moh anhar
Bea Cukai Kudus
Bea Cukai Kudus melakukan penindakan terhadap sebuah minibus yang mengangkut 128 ribu rokok ilegal pada hari Senin (29/11/2021), sekitar pukul 04.00. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Bea Cukai Kudus melakukan penindakan terhadap sebuah minibus yang mengangkut 128 ribu rokok ilegal pada hari Senin (29/11/2021), sekitar pukul 04.00.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC Tipe Madya Kabupaten Kudus, Dwi Prasetyo Rini‎ menyampaikan penindakan itu bermula ketika menerima informasi adanya sebuah minibus yang diduga digunakan untuk mengangkut rokok illegal dari Jepara.

Berdasarkan informasi tersebut, Tim Bea Cukai Kudus melakukan pemantauan dan pencarian di sepanjang jalan Jepara - Demak.

Baca juga: Polemik Undian Lapak Johar Semarang, Hendi Mulai Tegas: Johar Punya Pemerintah, Kami yang Mengatur

Baca juga: Bertema Ceria, Uwit Art Space Salatiga Usung Workshop Seni Plus Pameran, Mural dan Pertunjukan

Sekitar pukul 06.00, tim berhasil menemukan lokasi sarana pengangkut atau minibus sesuai dengan informasi, berhenti di pemukiman warga, di Desa Robayan, Kalinyamatan, Jepara.

"Tim segera melakukan penindakan dan pemeriksaan terhadap sarana pengangkut tersebut yang ternyata telah ditinggalkan sopir," ujar dia, dalam keterangannya Jumat (3/12/2021).

Dari hasil pemeriksaan, tim menemukan 64 bale, berisi 88.000 batang rokok ilegal merek Dalill Bold tanpa dilekati pita cukai dan 40.000 batang rokok ilegal merk Blits yang dilekati pita cukai palsu.

"Estimasi nilai barang Rp 130,5 juta dan potensi penerimaan negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp 85,8 juta," ujar dia.

Seluruh barang hasil penindakan selanjutnya dibawa ke Kantor Bea Cukai Kudus untuk diproses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Rokok merupakan barang yang dikenakan cukai, yang dalam produksi, penjualan dan pemasarannya berlaku ketentuan Perundang-undangan di Bidang Cukai.

"Dalam pemasaran atau penjualan rokok harus sudah dilekati pita cukai asli," kata dia.

Baca juga: Ganjar Kagum Dubes Ukraina Paham Sejarah Gadjahmada, Diponegoro, Joyoboyo, hingga Ronggowarsito

Baca juga: Strategi Wali Kota Pekalongan Hadapi Bencana, Berharap Pembangunan Tanggul Kurangi Dampak Banjir

Rokok hasil penindakan di atas ditemukan tanpa dilekati pita cukai dan sebagian dilekati pita cukai palsu. Hal ini melanggar Undang-Undang Cukai. 

"Mari menjadi legal, menjadi legal itu mudah," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved