Berita Kudus
Keluarga Buruh Rokok Terinspirasi Buka Usaha Jasa Hantaran Pernikahan
Sejumlah peserta antusias mengikuti pelatihan hantaran pernikahan di Balai Latihan Kerja (BLK) yang digelar selama satu pekan.
Penulis: raka f pujangga | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sejumlah peserta antusias mengikuti pelatihan hantaran pernikahan di Balai Latihan Kerja (BLK) yang digelar selama satu pekan.
Pelatihan itu digelar menggunakan anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2021.
Satu di antaranya, Agustina Supriati (22)
Warga Pasuruhan Lor, yang menargetkan dapat menambah penghasilannya.
Pasalnya setelah lulus kuliah dari Universitas Diponegoro, Agustina belum memperoleh pekerjaan.
"Tertarik karena sudah lulus kuliah, jadi saya juga ingin bisa mendapatkan penghasilan," ujar dia.
Menurutnya, kesan pertama untuk membuat hantaran pernikahan itu adalah sesuatu yang sulit.
Namun setelah mencoba, ternyata tidak terlalu sulit. Hanya perlu latihan yang banyak agar bisa terbiasa.
"Kelihatannya memang sulit, yang sulit itu bagian merangkai bunganya untuk hiasan hantaran," ucap dia.
Setelah pelatihan, dia berencana akan membuka jasa pembuatan hantaran pernikahan.
Dia bersyukur, wanita yang ibunya bekerja sebagai buruh rokok itu bisa mendapatkan pelatihan sebagai bekal membuka usaha.
"Rencana bisa buka jasa pembuatan hantaran pernikahan untuk tambahan penghasilan," ucap dia.
Senada, Marganingtyas (26), warga Desa Mejobo menyampaikan, juga tertarik untuk membuka usaha sendiri di bidang jasa pembuatan hantaran pernikahan.
Apalagi, selama ini Tyas sapaannya, sering diminta bantuan untuk membuat hantaran pernikahan.
Sehingga momentum pelatihan itu menjadi kesempatan untuk bekal pengetahuan sebelum memulai bisnis.
"Di sini saya tertarik ikut karena bisa menambah kreativitas dan ilmu. Apalagi saya juga ingin membuka usaha sendiri," ujar dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pelatihan-pembuatan-hantaran-pernikahan-di-balai-latihan-kerja-blk-kudus.jpg)