Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Keluarga Buruh Rokok Terinspirasi Buka Usaha ‎Jasa Hantaran Pernikahan

Sejumlah peserta antusias mengikuti pelatihan hantaran pernikahan di Balai Latihan Kerja (BLK) yang digelar selama satu pekan.

Penulis: raka f pujangga | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Raka F Pujangga
Pelatihan pembuatan hantaran pernikahan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS -  ‎Sejumlah peserta antusias mengikuti pelatihan hantaran pernikahan di Balai Latihan Kerja (BLK) yang digelar selama satu pekan.

Pelatihan itu digelar menggunakan anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2021.

Satu di antaranya, Agustina Supriati (22)
Warga Pasuruhan Lor, yang menargetkan dapat menambah penghasilannya.

Pasalnya setelah lulus kuliah dari Universitas Diponegoro, Ag‎ustina belum memperoleh pekerjaan.

"Tertarik karena sudah lulus kuliah, jadi saya juga ingin bisa mendapatkan penghasilan," ujar dia.

‎Menurutnya, kesan pertama untuk membuat hantaran pernikahan itu adalah sesuatu yang sulit.

Namun setelah mencoba, ternyata tidak terlalu sulit. Hanya perlu latihan yang banyak agar bisa terbiasa.

"‎Kelihatannya memang sulit, yang sulit itu bagian merangkai bunganya untuk hiasan hantaran," ucap dia.

Setelah pelatihan, dia berencana akan membuka jasa pembuatan hantaran pernikahan‎.

Dia bersyukur, wanita yang ibunya bekerj‎a sebagai buruh rokok itu bisa mendapatkan pelatihan sebagai bekal membuka usaha.

"‎Rencana bisa buka jasa pembuatan hantaran pernikahan untuk tambahan penghasilan," ucap dia.

Senada, Marganingtyas (26), warga Desa Mejobo menyampaikan, juga tertarik untuk membuka usaha sendiri di bidang jasa pembuatan hantaran pernikahan.

Apalagi, selama ini Tyas sapaannya, sering diminta bantuan untuk membuat hantaran pernikahan.

Sehingga momentum pelatihan itu menjadi kesempatan untuk bekal pengetahuan sebelum memulai bisnis.

"Di sini saya tertarik ikut karena bisa menambah kreativitas dan ilmu. Apalagi saya juga ingin membuka usaha sendiri," ujar dia.

‎Menurutnya, dengan memiliki usaha sendiri itu bisa membuka lapangan pekerjaan baru.

Apalagi peluang usaha itu masih besar karena masih sedikitnya pemain pada bidang tersebut.

"Punya usaha sendiri jadi bisa buka lapangan pekerjaan," kata wanita yang bekerja di perbankan.

Dia mengucap terima kasih mendapatkan kesempatan dari pemerintah daerah untuk belajar di sana.

Pelatihan dilaksanakan selama tujuh hari, dimulai dari hari Senin (29/12/2021) hingga Senin (6/12/2021).

"Terima kasih sudah mendapatkan kesempatan untuk ‎mengikuti pelatihan ini," ujar dia. (raf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved