Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pertamina Cilacap

Tanam Harapan, Tuai Kemandirian di Program Kalijaran MAPAN Binaan Pertamina Kilang Cilacap

Pertemuan ini menjadi ruang berbagi gagasan dan harapan tentang masa depan kemandirian pangan masyarakat.

Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
ist/dok pertamina cilacap
DISKUSI - Suasana hangat dan akrab terasa di Aula Balai Desa Kalijaran, Kecamatan Maos, Kamis (2/4/2026). Warga, perangkat desa, akademisi, hingga manajamen Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap duduk bersama dalam Focus Group Discussion (FGD) Program Kalijaran Masyarakat Pengelola Pertanian Berkelanjutan (MAPAN). 

TRIBUNJATENG.CILACAP - Suasana hangat dan akrab terasa di Aula Balai Desa Kalijaran, Kecamatan Maos, Kamis (2/4/2026).

Warga, perangkat desa, akademisi, hingga manajamen Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap duduk bersama dalam Focus Group Discussion (FGD) Program Kalijaran Masyarakat Pengelola Pertanian Berkelanjutan (MAPAN).

Pertemuan ini menjadi ruang berbagi gagasan dan harapan tentang masa depan kemandirian pangan masyarakat.

Baca juga: Janji Perwira Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Jaga Bumi: Bersepeda-Berlari

20260415 Program Mapan kalijaran cilacap pertamina patra niaga kilang cilacap
BERBINCANG - Manajamen Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap berbincang dengan seorang warga yang tergabung dalam Program Kalijaran Masyarakat Pengelola Pertanian Berkelanjutan (MAPAN). Program MAPAN merupakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Kilang Cilacap yang hingga 2025 terus berkembang.

Program MAPAN merupakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Kilang Cilacap yang hingga 2025 terus berkembang.

Tak hanya di lahan pertanian, program ini menjangkau area permukiman dengan optimalisasi lahan menjadi sumber pangan dan membuka peluang hilirisasi produk pertanian.

Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan menyampaikan FGD menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan program.

"Kami ingin mendengar langsung aspirasi masyarakat dan pemangku kepentingan. Harapannya, program ini bisa terus berkembang dan benar-benar mendorong kemandirian masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Diskara Pertamina Kilang Cilacap: Merawat Harapan, Menguatkan Daya Penyandang Disabilitas

Ke depan, program MAPAN yang diluncurkan sejak 2023 ini ditargetkan semakin kuat dengan integrasi antara sektor pertanian dan peternakan berkelanjutan.

Upaya ini diharapkan mampu mendukung swasembada pangan dan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya di Kecamatan Maos.

“Yang kami harapkan, manfaat program ini bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya kelompok tertentu,” tambahnya.

Dampak nyata mulai dirasakan. Melalui pengolahan padi berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT), masyarakat mampu mengelola hasil panen dengan lebih efisien.

Unit penggilingan padi yang ada melayani sekitar 20 konsumen setiap bulan, dengan kapasitas penggilingan mencapai 1 ton.

Dari aktivitas tersebut, masyarakat memperoleh tambahan pendapatan sekitar Rp720 ribu per bulan, termasuk dari hasil samping berupa dedak.

Selain, efisiensi energi juga menjadi nilai tambah. Untuk setiap 50 kg gabah, hanya dibutuhkan daya 1,25 kWh dengan biaya sekitar Rp2.000.

Baca juga: Komut Pertamina Apresiasi Kilang Cilacap, Sukses Jaga Distribusi Energi Saat Mudik Lebaran 2026

Dengan kapasitas 1 ton, penghematan yang dirasakan bisa mencapai Rp40 ribu per bulan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved