Breaking News:

Berita Kudus

BPBD Berharap Peran Aktif Masyarakat dalam Program Penghijauan di Wonosoco

Kepala BPBD Kudus harap warga sekitar Pegunungan Kendeng turut dukung penghijauan.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Rifqi Gozali
Kepala BPBD Kudus, Budi Waluyo (kanan) saat menunjukkan alat evakuasi saat bencana di gudang penyimpanan peralatan BPBD Kudus, Senin (6/12/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Satu di antara upaya paling jitu dalam mengantisipasi banjir bandang yang acap kali melanda Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan yakni dengan melakukan penghijauan di Pegunungan Kendeng.

Untuk itu, Kepala Badan Penanggualangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Budi Waluyo, berharap masayarakat sekitar turut serta mendukungnya.

Budi mengatakan, program penghijauan yang dilakukan jika tanpa ada dukungan dari masyarakat sekitar dinilai tidak akan berhasil.

Pasalnya, tanaman yang telah ditanam harus juga dirawat hingga akhirnya besar dan memberi manfaat kepada warga yang hidup di lereng pegunungan.

Kata Budi, luasan lahan yang harus dihijaukan di Pegunungan Kendeng mencapai 2 ribu hektare lebih. Sebagian kecil dari wilayah tersebut masuk wilayah Desa Wonosoco.

“Yang masuk wilayah Desa Wonosoco hanya skeitar 166 hektare saja,” ujar Budi, Senin (6/12/2021).

Tentu untuk penghijauan Pegunungan Kendeng, pihaknya harus koordinasi dengan Perhutani KPH Purwodadi. Sebab, wilayah tersebut menjadi wewenang mereka.

Sementara, Kepala Seksi Pengendalian Kebencanaan BPBD Kudus, Wiyoto mengatakan, untuk koordinasi pihaknya telah melakukannya dengan KPH Purwodadi.

Selain itu, pihaknya juga telah menjalin komunikasi dengan masyarakat sekitar. Penghijauan pun telah dilakukan di petak 14 yang lokasinya dekat dengan Wonosoco.

“Penghijauan terakhir sebanyak 1.500 pohon. Jenis pohon buah sawo yang ditanam.  Penanaman pohon buah ini juga berdasarkan permintaan warga. Kami harap agar dirawat,” kata dia.

Wiyoto melanjutkan, selain Wonosoco kondisi pegunungan gundul juga terjadi di kawasan Pegunungan Patiayam.

Dia juga berharap agar warga sekitar turut serat merawat tanaman dari hasil program penghijauan yang dilakukan oleh berbagai pihak.

Pasalnya, jika penghijauan terus dilakukan tapi tidak ada peran aktif dari masyarakat sekitar yang terjadi hanyalah kesia-sian belaka. Dan banjir akan selalu terjadi.

“Masyarakat ikut membantu bisa mengingat kasihan teman yang di bawah,” kata dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved