Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Cerita Rakyat Asal Mula Gunung Semeru, Jawa Terus Berguncang

cerita rakyat Gunung Semeru sebagai paku pulau jawa.Menurut kepercayaan masyarakat Jawa yang ditulis pada kitab kuno Tantu Pagelaran yang berasal da

Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
aldila tabah for tribun jateng
Cerita Rakyat Asal Mula Gunung Semeru, Jawa Terus Berguncang 

Cerita Rakyat Asal Mula Gunung Semeru, Jawa Terus Berguncang

TRIBUNJATENG.COM - Berikut cerita rakyat Gunung Semeru sebagai paku pulau jawa.

Menurut kepercayaan masyarakat Jawa yang ditulis pada kitab kuno Tantu Pagelaran yang berasal dari abad ke-15, pada dahulu kala Pulau Jawa mengambang di lautan luas, terombang-ambing dan senantiasa berguncang.

Saat itu, pulau Jawa diketahui masih mengambang di lautan luas dan terombang-ambing.

Bahkan pulau Jawa dikisahkan terus berguncang.

Baca juga: Dongeng Mancanegara Kisah Kue Beras, Cerita Rakyat Vietnam

Baca juga: Cerita Rakyat Ende Lio Ine Pare Asal Mula Padi

Baca juga: Dongeng Keledai yang Suka Merengek

Baca juga: Dongeng Pencuri dan Ayam Jago

Para Dewa memutuskan untuk memakukan Pulau Jawa dengan cara memindahkan Gunung Meru di India ke atas Pulau Jawa.


Dewa Wisnu menjelma menjadi seekor kura-kura raksasa menggendong gunung itu dipunggungnya, sementara Dewa Brahma menjelma menjadi ular panjang yang membelitkan tubuhnya pada gunung dan badan kura-kura sehingga gunung itu dapat diangkut dengan aman.


Dewa-dewa tersebut meletakkan gunung itu di atas bagian pertama pulau yang mereka temui, yaitu di bagian barat Pulau Jawa.

Tetapi berat gunung itu mengakibatkan ujung pulau bagian timur terangkat ke atas.

Kemudian mereka memindahkannya ke bagian timur pulau Jawa.

Ketika gunung Meru dibawa ke timur, serpihan gunung Meru yang tercecer menciptakan jajaran pegunungan di pulau Jawa yang memanjang dari barat ke timur.

Akan tetapi ketika puncak Meru dipindahkan ke timur, pulau Jawa masih tetap miring, sehingga para dewa memutuskan untuk memotong sebagian dari gunung itu dan menempatkannya di bagian barat laut.

Penggalan ini membentuk Gunung Pawitra, yang sekarang dikenal dengan nama Gunung Penanggungan, dan bagian utama dari Gunung Meru, tempat bersemayam Dewa Shiwa, sekarang dikenal dengan nama Gunung Semeru.

Pada saat Sang Hyang Siwa datang ke pulau Jawa dilihatnya banyak pohon Jawawut, sehingga pulau tersebut dinamakan Jawa.

Batara Guru pun memerintahkan dewa Wisnu untuk mengisi pulau Jawa dengan manusia.


Oleh karena itu, para dewa mengambil keputusan untuk melakukan pulau Jawa dengan cara memindahkan gunung Mahameru di India ke atas pulau Jawa.
(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved