Berita Viral

Herry Wirawan Ketakutan saat Ketahuan Rudapaksa 21 Santriwati, Langsung Mengejar Keluarga Korban

Cerita mengenai Herry Wirawan yang merudapaksa 21 santriwati masih menjadi berita heboh. Warga geram karena tindakan biadab Herry

Editor: muslimah
Kolase Istimewa dan Tribunjabar.id/Cipta Permana
Terungkap nasib miris para santriwati di pesantren yang diasuh Herry Wirawan. Mereka ternyata kerap diminta jadi kuli bangunan. 

TRIBUNJATENG.COM - Cerita mengenai Herry Wirawan yang merudapaksa 21 santriwati masih menjadi berita heboh.

Warga geram karena tindakan biadab Herry.

Selain memperkosa, ia juga memanfaatkan institusi pesantren dan mencoreng nama baik pesantren.

Herry Wirawan, guru pesantren di Bandung yang merudapaksa 12 santriwatinya hingga melahirkan 9 bayi.
Herry Wirawan, guru pesantren di Bandung yang merudapaksa 12 santriwatinya hingga melahirkan 9 bayi. (Istimewa Tribun Jabar)

Pengakuan mengejutkan datang dari orangtua korban guru pesantren Herry Wirawan.

Mereka mengungkapkan sempat ditawari sejumlah uang terkait kasus rudapaksa yang menimpa putri-putri mereka.

Baca juga: Warung Tengklengnya yang Viral Kini Sudah Dipermak, Bu Harsi Bahagia Pembeli Lebih Ramai

Baca juga: Cerita Masa Lalu Presiden Rusia Vladimir Putin Pernah Nyambi Jadi Sopir Taksi: Saya Butuh Uang

Hal itu disampaikan YY (44), salah satu orangtua santriwati.

Ia mengatakan Herry terus menerus menghubungi dirinya agar menerima uang tersebut hingga kasus tersebut tidak ke jalur hukum.

Pelaku rupanya ingin damai dengan cara ingin membayar orangtua korban dengan sejumlah uang.

"Si Herry itu nelpon terus sama saya, dia bilang ada uang buat saya, saya tolak, saya terus tolak," ujarnya saat diwawancarai Tribunjabar.id, Sabtu (11/12/2021).

Ia menjelaskan, meski dirinya sudah menolak, pelaku masih saja terus-terusan menghubunginya untuk meminta damai.

"Dia selalu nanya posisi saya di mana, saya selalu jawab posisi saya pindah-pindah, geram, untung tidak saya habisi," ucapnya.

YY kemudian menolak keinginan pelaku lalu menghubungi saudaranya yang tergabung di lembaga bantuan hukum di Garut.

Dirinya dan korban lain kemudian secara resmi melaporkan pelaku ke Polda Jabar pada tanggal 18 Mei 2021 dengan nomor laporan LBP/480/V/2021/Jawa Barat.

Kelakuan bejat pelaku diketahui sejak korban pulang ke rumah saat liburan hari raya Idul Fitri.

Halaman
123
Sumber: Suar.id
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved