Lawan Covid19
Lakukan Hal Ini Jika Anak Alami KIPI Setelah Vaksinasi Covid-19
Apabila anak yang menerima vaksin mengalami indikasi gejala Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI), orangtua diminta tidak panik.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Vaksinasi Covid-19 untuk anak sudah dimulai.
Apabila anak yang menerima vaksin mengalami indikasi gejala Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI), orangtua diminta tidak panik.
Indikasi gejala tersebut bisa berupa nyeri pada lengan bekas suntikan, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, menggigil, mual atau muntah, rasa lelah, demam yang ditandai suhu diatas 37,8 derajat celsius, maupun gejala mirip flu dan menggigil selama 1 - 2 hari.
Baca juga: Indonesia Terima 3,5 Juta Dosis Vaksin dari Covax, Vaksinasi Anak 6-11 Tahun Dimulai Bulan Ini
"Kami meminta masyarakat untuk tidak panik.
Orang tua bisa melakukan upaya penanganan dini," jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito, saat menjawab pertanyaan media dalam agenda keterangan pers, Selasa (14/12/2022) yang disiarkan virtual.
Langkah penanganan dini yang bisa dilakukan adalah membuat anak cukup beristirahat dan minum obat penurun panas jika diperlukan.
Serta upayakan agar anak mengkonsumsi air putih yang cukup.
Lalu, jika terdapat rasa nyeri di tempat bekas suntikan, usahakan tetap gerakan dan gunakan lengan anak.
"Apabila perlu, kompres bagian yang nyeri dengan kain bersih yang dibasahi dengan air dingin setelah melakukan penanganan dini," lanjutnya.
Setelah melakukan penanganan dini, orang tua agar segera melaporkan temuan KIPI yang dialami anak ke Puskesmas atau ke sentral vaksinasi.
Hal ini akan menjadi input evaluasi pelaksanaan vaksinasi kedepannya serta penanganan lebih lanjut.
Vaksinasi Covid-19 pada Anak Beri Perlindungan Keluarga
Anggota Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sekaligus Ketua Pokja Imunisasi Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (PERALMUNI), Cissy Kartasasmita menjelaskan, vaksinasi anak sangat penting karena tidak hanya melindungi anak, melainkan juga lingkungannya, teman, guru, dan keluarga.
“Termasuk orang tua, nenek, kakek dan adik-adik balita yang belum bisa diimunisasi karena masih di
bawah 5 tahun.
Selain itu, vaksinasi anak akan melindungi kerabat yang belum dapat divaksinasi karena sakit berat atau punya komorbid,” ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-vaksin_20160801_235002.jpg)