Fokus
Fokus : Timnas Indonesia Digembosi?
Kebijakan kontroversial diambil pemerintah Singapura jelang Timnas Indonesia melawan Vietnam di ajang Piala AFF 2020.
Penulis: galih permadi | Editor: Catur waskito Edy
Sementara itu, Elkan yang sudah menjalani tiga kali tes PCR dan hasilnya negatif, mendadak diwajibkan karantina.
Hal itu dianggap ada upaya menggembosi Timnas Indonesia di ajang Piala AFF.
Piala AFF 2020 sebenarnya menerapkan sistem bubble. Artinya,aktivitas tim hanya di hotel, lapangan, dan stadion tempat bertanding.
Tampaknya kebijakan pemerintah Singapura bisa pilih-pilih varian corona. Seharusnya kebijakan ini secara adil diberlakukan menyeluruh bahkan kalau perlu gelaran Piala AFF 2020 ditunda.
Berani? Tampaknya pemerintah Singapura eman-eman menunda gelaran tersebut lantaran skuad Singapura baru saja lolos ke semifinal bersama Thailand yang tergabung dalam grup A.
PSSI pun tak bertaring dengan keputusan ini. Sekjen PSSI, Yunus Nusi mengatakan tak bisa mengubah keputusan pemerintah Singapura meski telah melakukan negosiasi.
"Kami harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah Singapura," ujarnya, Rabu (15/12/2021).
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong enggan menanggapi kebijakan itu saat konferensi pers jelang lawan Vietnam. Ia akan buka suara seusai laga yang digelar hari ini (kemarin-red).
Tagar #saveelkan dan #mAFFia pun bermunculan di media sosial. Akun instagram dan twitter AFF Suzuki Cup pun diserang netizen Indonesia.
Tak bisa dipungkiri, kehadiran Elkan membuat permainan Indonesia lebih teratur. Perbedaan terlihat ketika Timnas Indonesia melawan Kamboja dan Laos saat tidak ada Elkan.
Pemain Indonesia kurang tenang ketika memulai serangan dan bertahan saat ditekan. Hasilnya, tiga gol bersarang di gawang Timnas.
Aura positif Elkan di lapangan membuat pemain lain percaya diri dan tidak terburu-buru. Elkan mampu mengatur ritme permainan.
Ya, meski permainan sepakbola tidak mengandalkan satu pemain, tetapi kehadiran Elkan membuat pertahanan Indonesia lebih kokoh.
Ah sudahlah, PSSI saja sudah angkat tangan. Entah ada upaya penggembosan atau tidak, tentu publik sepakbola berharap Timnas Indonesia bisa berprestasi di bawah kepelatihan Shin Tae-yong.
Harapannya: Timnas menjadi juara untuk kali pertama, tak lagi menjadi spesialis nomor dua. Semoga.(*)
Baca juga: Mama Rosa Curigai Rendy Sinopsis Ikatan Cinta RCTI Malam Ini 16 Desember 2021 Pukul 19.30 WIB
Baca juga: 2 Pejabat Dicopot Buntut Kaburnya Napi Narkoba dari Lapas Tangerang
Baca juga: 8 Contoh Surat Lamaran Menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris Khusus Untuk Pemula
Baca juga: 41 Ekor Ular Kobra Ditemukan Bersarang di Sebuah SMP di Klaten
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wartawan-tribun-jateng-galih-permadi.jpg)