Fokus
Fokus: Menanti Gerakan Baru dari Muktamar NU
NAHDLATUL Ulama (NU) pekan ini, 22-23 Desember 2021 akan menggelar Muktamar di Lampung. Hasil survey Alvara Research Center, muslim Indonesia yang mel
Penulis: m nur huda | Editor: Catur waskito Edy
Tajuk Ditulis Oleh Jurnalis Tribun Jateng, M Nur Huda
NAHDLATUL Ulama (NU) pekan ini, 22-23 Desember 2021 akan menggelar Muktamar di Lampung.
Sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam terbesar di dunia dengan basis ideologi yang mengakar, proses dan hasil gelaran ini tentu menjadi sorotan dan ditunggu-tunggu.
Terlebih, populasi muslim Indonesia merupakan terbesar di dunia. Berdasar data The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC), populasi muslim Indonesia sejumah 231,06 juta jiwa atau mencapai 86,7 persen dari jumlah penduduk Indonesia.
Hasil survey Alvara Research Center, muslim Indonesia yang melakukan amaliyah Aswaja seperti NU sejumlah 73,4 persen, kemudian yang berafiliasi ke NU ada 59,2 persen, dan anggota NU ada 39,6 persen.
Terbar, sejumlah lembaga riset menyebut pada tahun 2020 ada 141 juta penduduk Indonesia kategori kelas menengah. Dari jumlah tersebut, hasil survey Alvara menyebut 59,7 persen dekat dengan NU, kemudian Muhammadiyah ada 11 persen, sedangkan yang tidak dekat dengan ormas manapun sebesar 26 persen.
Ada perkembangan menarik jika melihat data tersebut. NU sebelumnya diidentikan dengan kelompok tradisional yang cenderung di pedesaan, kini merangsek ke perkotaan atau dikenal masyarakat modern.
Ketertarikan pada NU ini karena merasa nyaman dengan ajaran ke-Islam-an yang diusung, yakni berada di tengah-tengah (tidak condong ke kanan atapun ke kiri) dan tawwasuth atau moderat sebagaimana Qanun Asasi yang dibuat pendiri NU, Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari.
Selain itu, NU juga memiliki landasan sikap yang mampu membangun kebersamaan antar-sesama yakni persaudaraan sesama ummat Islam atau ukhuwah Islamiyah, kemudian ukhuwah wathaniyah atau persaudaraan sesama umat sebangsa, dan ukhuwah basyariyah yakni persaudaraan sesama umat manusia.
Namun ada tantangan yang dihadapi NU di era perkembangan teknologi informasi. Alvara menyebut 52,6 persen penduduk Indonesia adalah Gen Z dan millennial, kemudian 85 persen penduduk Indonesia tekoneksi internet.
Sementara, dalam Islam sumber informasi keagamaan memiliki peranan penting atau biasa disebut Sanad. Sanad dalam pengertian ini, disebut silsilah guru dalam keilmuan yang terus bersambung hingga Nabi Muhammad.
Maka, sebagai ormas Islam terbesar, NU yang dikenal memegang teguh Sanad, nampaknya diharap membuat cetak biru strategi besar yang baru. Gerakan baru itu untuk kemaslahatan yang lebih besar bag ummat, bangsa Indonesia dan dunia, baik dalam bidang keagamaan maupun bidang lainnya.
Menjelang hajatan besar Muktamar NU, muncul harapan besar pula jamiyah ini memiliki peranan besar di dunia internasional.
Ketika menengok sejarah, NU berdiri atas adanya ancaman kebijakan antipluralitas mazhab penguasa di Arab Saudi di antaranya rencana penghancuran situs bersejarah termasuk makam Nabi Muhammad SAW.
Kemudian terbentuklah komunitas yang disebut Komite Hijaz, menyampaikan keberatan terhadap kebijakan penguasa saat itu, Ibnu Saud.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wartawan-tribun-jateng-mukhamad-nur-huda.jpg)