Polisi
Kapolda Belajar Cara Sopan Santun Melayani Warga pada Satpam Bank
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran ternyata benar-benar belajar cara sopan santun ke satpam bank.
Penulis: Daniel Ari Purnomo | Editor: Daniel Ari Purnomo
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberi tanggapan terkait tagar #percumalaporpolisi hingga sentilan warganet agar polisi diganti dengan Satpam BCA.
Kapolri juga mengakui tagar #percumalaporpolisi kemudian diikuti dengan pemikiran untuk memviralkan dulu sebuah kasus agar kemudian cepat diproses.
Listyo Sigit menyatakan hal itu bagian dari ekspresi masyarakat agar polisi lebih baik.
"Trendnya kemudian akhir-akhir ini muncul, lebih baik viral karena kalau nggak viral nggak ditanggapi. Saya pikir ini bagian dari ekspresi masyarakat agar polisi lebih baik," ujarnya.
Dikatakan Listyo, tagar#percumalaporpolisi yang muncul merupakan ekspresi masyarakat yang mungkin merasa tidak puas dengan pelayanan Polri.
Tagar itu sudah semestinya dijawab dengan perbaikan yang nyata, bukan dengan perang tagar.
"Jadi perasaan masyarakat yang tidak puas karena lapor polisi yang tidak diterima dengan baik, mereka juga tidak punya hubungan dengan kepolisian dan mungkin banyak mengalami trauma dan ini harus dijawab dengan pelayanan polisi yang lebih baik. Perang tagar buat saya tidak ada artinya," tegasnya.
Kapolri juga memberi tanggapan soal suara warganet yang menyindir agar polisi diganti dengan satpam BCA.
Gara-gara sindiran polisi diganti dengan satpam BCA itu, sempat muncul reaksi dari anggota polisi yang berlebihan seperti memberi ancaman.
Menjawab hal itu, Listyo Sigit menyadari tidak mudah mendorong anggota Polri agar terbuka dengan kritik.
Meski demikian, reaksi yang emosional tentu tidak dibenarkan.
"Saya menyadari mungkin anggota juga posisi mereka capek, dia merasa sudah berbuat tapi kok tanggapannya seperti itu."
"Tentunya itu butuh suatu kematangan untuk belajar menerima masukan, belajar menerima kritik dan itu memang tidak gampang. Tapi tentunya ke dalam, kita memberi arahan. Hal-hal seperti itu tentunya tidak dijawab dengan emosional," jelasnya.
Kritik ataupun sindiran yang dilontarkan warganet, ujar Listyo Sigit semestinya menjadi alat untuk mengukur lagi kinerja anggota Polri.
Apabila sudah merasa bekerja maksimal, tetapi masih mendapat kritik atau ejekan, menandakan mungkin saja masih ada pelayanan Polri di tempat lain yang mungkin kurang baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kapolda-metro-jaya-belajar-ke-satpam.jpg)