Berita Jepara

Maksimalkan Pelayanan Daring, Disdukcapil Jepara Lampaui Target Nasional 

Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jepara melaporkan bahwa semua layanannya telah melampui target nasional.

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MUHAMMAD YUNAN SETIAWAN
Layanan pembuatan Akta Kelahiran dan Akta Kematian di Desa Bandungrejo, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jepara melaporkan bahwa semua layanannya telah melampui target nasional.

Kendati hampir 2 tahun ini terjadi Pandemi Covid-19, hal itu bukan menjadi suatu halangan itu maksimal memberikan layanan kepada masyarakat.

Semua jenis pelayanan menerapkan sistem daring (online) yang sudah diterapkan sejak 2019.

Baca juga: Head to Head Timnas Indonesia Vs Singapura Semifinal AFF 2020, Garuda Unggul Kemenangan

Baca juga: Info Loker Lowongan Kerja Karir Terbaru di Semarang Selasa 21 Desember 2021

Baca juga: Siap-siap, 92.635 Anak Usia 6-11 Tahun di Purbalingga Akan Mulai Divaksin Pekan Ini

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Kabupaten Jepara, Dwi Riyanto menerangkan hingga akhir November 2021, capaian perekemana KTP elektroniko 99, 92 persen. Ini melampaui target yang hanya 99, 2 persen.

Selain itu juga akta kelahiran usia 0-18 tahun telah memenuhi target 95 persen dar target nasional 95 persen. Sementara itu untuk pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA) dari target 30 persen tercapai 31,03 persen.

Dwi Riyanto menyatakan pihaknya, optimistis kepemilikan KIA  anak-anak Jepara ke depan semakin meningkat seiring dengan peningkatan pemahaman dan kesadaran warga akan pentingnya KIA. 


Menurutnya, KIA memiliki banyak manfaat, seperti untuk melindungi pemenuhan hak anak, mencegah perdagangan anak, bukti identifikasi ketika anak  mengalami peristiwa buruk, serta memudahkan anak untuk mendapatkan pelayanan publik.

Dia akan terus menggenjot kepemilikan KIA  dengan pelayanan jemput bola. Karena adanya kebijakan PPKM layanan jemput bola ini sedikit dibanding tahun-tahun sebelum pandemi.

Baca juga: Buruh Bangunan Semarang Meninggal Tersengat Listrik saat Bekerja, Terjatuh dari ketinggian 10 Meter

Baca juga: Unsoed Purwokerto Segera Buka S1 Teknik Komputer

"Di saat PPKM kami tidak bisa mendatangi warga secara  door to door karena tidak sejalan dengan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat," terangnya.

Namun setelah Kabupaten Jepara turun ke lev 2, pelaksanaan jemput bola dilaksanakan dengan dibarengi penerapan protokol kesehatan secara ketat. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved