Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jakarta

Maunya Karantina Gratis tapi Bisa Shopping ke luar Negeri

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang juga Koordinator Penanganan PPKM wilayah Jawa dan Bali, Luhut Binsar Pandjaitan

TRIBUNNEWS.COM
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang juga Koordinator Penanganan PPKM wilayah Jawa dan Bali, Luhut Binsar Pandjaitan menekankan akan menindaktegas kepada masyarakat yang enggan menjalani karantina di hotel-hotel yang ditunjuk oleh pemerintah.

Terlebih diketahui, orang-orang yang harus menjalani masa karantina tersebut malah mampu menggelontorkan uangnya untuk berbelanja di luar negeri.

"Banyak yang belanja ke luar negeri, shopping, tetapi tidak mau dikarantina di hotel.

Padahal dia bisa. Dia minta dikarantina di Wisma Atlet karena gratis.

Ini kami akan mengambil tindakan orang-orang yang seperti ini," kata Luhut dalam keterangan pers terkait evaluasi PPKM secara virtual, Senin (20/12). 

Luhut kembali memaparkan, untuk mengantisipasi melonjaknya PPLN yang tiba di Indonesia, pemerintah akan kembali menyiapkan tempat karantina tambahan untuk menjaga agar kondisi kepulangan mereka tetap kondusif dan sesuai protokol yang ada. 

"Pemerintah juga akan mengkaji kesiapan Bandara Juanda Surabaya sebagai pintu masuk baru bagi PPLN yang akan pulang ke Tanah Air," ucapnya.

Luhut klaim kasus Covid-19 Indonesia masih rendah walau Omicron masuk di Indonesia. "Hari ini, Indonesia telah melawati 157 hari sejak puncak kasus varian delta yang lalu.

Angka Rt juga masih menunjukkan terkendalinya pandemi Covid-19," ujarnya. 

Sementara itu, kasus aktif dan perawatan di rumah sakit Jawa-Bali masih menunjukkan tren penurunan.

Sedangkan cakupan vaksinasi umum dan lanjut usia (lansia) di wilayah yang Luhut tangani diklaim terus meningkat.

"Namun pemerintah juga terus mendorong beberapa daerah di Jawa dan Bali yang tingkat vaksinasi dosis pertamanya masih di bawah 50 persen," tuturnya. ( Ade Miranti Karunia/kps)

Baca juga: Remaja Medan Dianiaya Majikan karena Dituduh Mencuri: Saya Dipukuli Jam 7 Malam sampai Jam 4 Pagi

Baca juga: Video Polda Jateng Selidiki Kasus Pembuangan Jenazah Sejoli Korban Kecelakaan di Serayu Banyumas

Baca juga: Viral Polantas Padamkan Mobil Terbakar Sendirian di Tol Jagorawi, Bernama Aiptu Abdul Hafid

Baca juga: Pemkab Karanganyar Salurkan UangRp 656,5 Juta Bantu Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved