Berita Jateng
Kala Gatyt Tak Kuasa Tangis Saat kakinya Dibasuh Saat Hari Ibu
Suasana haru meliputi seluruh hadirin sat acara Peringatan Hari Ibu tanggal 22 Desemeber 2022 ini
Penulis: Hermawan Handaka | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM -- Suasana haru meliputi seluruh hadirin sat acara Peringatan Hari Ibu tanggal 22 Desemeber 2022 ini yang digelar Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Kota Semarang yang berlangsung di Ballroom Hotel Pandanaran Semarang, Rabu (22/12/2021).
Di akhir Talk Show 'Peran Perempuan dalam Menjaga Keutuhan dan Kamaslahatan NKRI' yang menghadirkan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang sekaligus Dewan pembina LKKNU Kota Semarang, Hj Kris Septiana Hendrar Prihadi sebagai pembicara, dilakukan prosesi mencuci dan mencium kaki ibu oleh para anak-anaknya.
Belasan anggota LKKNU Kota Semarang yang umumnya kaum perempuan duduk di depan panggung dan anak-anak mereka bersimpuh di depan kursi tempat duduk.
Perlahan anak-anak mereka serempat menuang air dan membasuk kaki ibu mereka. Mencuci dan membasuhnya hingga bersih langsung menciumnya.
Suasana semakin pecah ketika sang ibu menitihkan air mata saat kakinya mulai di basuh.
Tangis pun pecah dan membuat ibu anak saling berpelukan. Sekuntum bunga disampaikan kepada ibu, sosok yang melahirkannya.
Dalam simpuhnya, Fahmi Ilham memohon maaf dan meminta ridho sang Ibu.
Fahmi juga mengakui selama ini sebagai anak tentu telah banyak merepotkan, karena kesadaran itu dirinya memohon maaf kepada ibu tepat di momen Hari Ibu.
"Ibu memiliki peran yang sangat luar biasa terhadap kehidupan manusia. Sebagai sosok penting dalam keluarga, ibu kadang mencurahkana banyak perhatianna kepadaa anak dan suami.
Kadang urusan kesehaatan pribadinya terabaikan karena sibuknya mengurusi anak dan suami.
Oleh karena itu atas jasa dan pengabdiannya kepada keluarga, kita harus selalu memberikan perhatian dan hormat kepada sosok ibu.
Ibu adalah perempuan tiangnya keluarga. Di dalam keluarga yang hebat, pasti ada sosok ibu yang hebat bagi anak-anaknya dan tentu suaminya," ujar Bu Tia, panggilan akrab Kris Septiana Hendrar Prihadi.
Memperingati hari Ibu sebetulnya tidak setahun sekali wajibnya, kita setiap hari mendoakan orang tua kita wajib,
"Saya betul-betul tadi merasa emosional karena teringat ibu kita masing-masing, teringat bagaimana pengorbanan ibu kita terutama orang tua kita merawat kita sampai tumbuh menjadi seperti sekarang ini.
Seorang perempuan adalah sosok ibu yang madrasah yang utama bagi anaknya bagaimana dia mengenalkan akhlak bagaimana dia mengenakan agama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Basuh-Kaki-Ibu-22-des-2021.jpg)