Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Pengakuan Ibu Muda yang Dirudapaksa 4 Pria, Ternyata Bohong, Ungkap Alasannya Bikin Drama

Andri menegaskan pernyataan ZU yang berbohong adalah inisiatif kliennya sendiri tanpa intervensi dari kuasa hukum dan kepolisian

Editor: muslimah
KOMPAS.COM/IDON
ZU (19) bersama kuasa hukumnya mengadakan konferensi pers untuk menyampaikan bahwa kasus pemerkosaan tidak pernah terjadi, di Pekanbaru, Riau, Selasa (21/12/2021).  

TRIBUNWOW.COM - Kisah seorang ibu yang diperkosa empat pria memasuki babak baru.

Cerita ini sempat menggegerkan pada awal Desember 2021 lalu.

Ibu muda berinisial ZU (19) mengaku menjadi korban rudapaksa empat orang pria di Rokan Hulu, Riau.

Tak hanya itu, video ZU dimarahi polisi saat melapor juga sempat viral di media sosial (medsos).

Baca juga: Bintang Baru Tunggal Putra Bulutangkis Dunia, Loh Kean Yew Peraih Juara Dunia BWF 2021

Baca juga: Bayaran Abdul Rahim Joki Vaksin Covid-19, Tak Ada Tarif Tetap, Bisa Hampir Rp 1 Juta Sekali Suntik

Namun kini terungkap seluruh pengakuan ZU ternyata hanyalah sandiwara.

Dikutip dari Kompas.com, ZU sendiri mengaku dipaksa oleh suaminya untuk berbohong soal kasus ini.

Menanggapi pengakuan kliennya, Kuasa hukum ZU, Andri Hasibuan mengaku kecewa.

Menurut keterangan Andri, kliennya baru jujur berbohong setelah kasus ini masuk dalam tahap penyelidikan.

Andri menegaskan pernyataan ZU yang berbohong adalah inisiatif kliennya sendiri tanpa intervensi dari kuasa hukum dan kepolisian.

"Kami berjuang dari awal untuk membantu dia (ZU). Setelah proses yang cukup panjang, akhirnya tepat pada Jumat 18 Desember 2021, mendapat pengakuan langsung dari klien kami," jelas Andri.

"Mungkin disampaikan langsung sama ZU. Dengan penuh rasa kekecewaan kami, ya inilah pengakuan ZU tanpa ada intervensi, bujuk rayu dari kami kuasa hukum, kepolisian dan pihak lainnya."

Andri bercerita, polisi telah memeriksa kliennya itu dengan alat pendeteksi kebohongan atau lie detector.

"Jadi, mungkin lantaran dari sisi sadarnya, dia sudah terjepit dan dia ditanya pakai lie detector, sehingga dia tidak tahu lagi berbuat apa. Akhirnya, dia mengungkapkan kepada kita, dan kita koordinasi dengan penyidik kepolisian," papar Andri.

Suami ZU Bantah Bohong

SUR, suami ZU, merasa tak terima dan membantah seluruh pernyataan ZU. 

Hal itu, turut disampaikan SUR di tengah-tengah konferensi pers yang dilakukan ZU ketika mengungkap kebohongannya di Pekanbaru, Riau, Selasa (21/12/2021).

"Ah nggak betul ini, udah gila dia itu," kata SUR dikutip dari Tribun Pekanbaru.

Usai mengatakan itu, dirinya langsung berdiri dan membawa anaknya meninggalkan lokasi koferensi pers. 

Terlihat dirinya seperti emosi mengetahui apa yang disampaikan oleh istrinya tersebut. 

"Sudah semua aku berkorban, sudah kujuali semua, rupanya kayak gini," imbuhnya.

Dalam konferensi pers itu, ZU mengatakan bahwa dirinya berbohong karena dipaksa dan diancam oleh suaminya. 

Dirinya, juga membeberkan penganiayaan yang kerap dilakukan SUR atau suaminya sendiri.

Ditemui di luar forum, SUR menyangkal semua pernyataan ZU. 

SUR bahkan menyebut bahwa kasus istrinya yang menjadi korban rudapaksa benar-benar terjadi. 

Ia mengaku heran mengapa istrinya tiba-tiba menjadi berubah sikap dan menyampaikan hal yang justru olehnya disebut sebagai kebohongan. 

"Semuanya sudah saya korbankan agar kasus ini terungkap. Tapi akhirnya dia (ZU) menyatakan semua ini hanya bohong," jelas SUR saat ditemui, dikutip dari Kompas.com.

"Padahal kejadiannya memang ada, dia diperkosa empat pelaku itu. Tiba-tiba kayak gini kesimpulannya. Saya enggak tahu gimana lagi," 

Bahkan, saat pertama kali mengetahui bahwa istrinya menjadi korban rudapaksa, ia sempat berniat membunuh pelaku karena emosi.

Namun, ia tidak jadi melakukannya dan memilih menempuh jalur hukum. 

"Saya sempat mau bertindak sendiri mau bunuh keempat pelaku itu. Tapi, akhirnya saya serahkan semuanya kepada kepolisian," ujar SUR.

Dirinya mengaku sakit hati terhadap pernyataan istrinya dan membantah sudah melakukan penganiayaan kepada istrinya sendiri. 

SUR, juga masih menganggap bahwa keempat pelaku itu yang menyebabkan anaknya yang masih bayi meninggal. 

Hal yang jadi alasan dirinya memilih menempuh jalur hukum.

"Apa enggak sakit hati saya ketika dia (ZU) bilang ini hanya bohong. Kenapa kayak gini kesimpulannya," imbuhnya.

''Saya tidak ada mengancam dan memukul. Kejadian (pemerkosaan) itu memang ada," jelasnya.

Pengakuan ZU

ZU menyampaikan pengakuannya kepada media bahwa dirinya telah berbohong karena diancam oleh suaminya sendiri.

"Saya menyatakan hari ini bahwa apa yang saya laporkan selama ini tidak benar. Karena saya takut tiap hari ada ancaman sama suami saya. Keempat pelaku itu tidak ada menyetubuhi saya," katanya, dikutip dari Tribun Pekanbaru.

Bahkan dirinya menyebut bahwa keempat pelaku tidak ada yang melakukan tindakan rudapaksa kepada dirinya. 

Dirinya, kini hanya bisa menangis dan meminta maaf kepada masyarakat terutama kepolisian karena telah melontarkan banyak kebohongan.

"Saya minta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia dan bapak kepolisian Polda Riau, Polres Rokan Hulu, dan Polsek Tambusai Utara, dan kepada bapak PH (penasihat hukum, red), Andry Hasibuan dan Fernando Hutagalung yang saya bohongi, karena saya dapat tekanan oleh suami saya," jelasnya.

Kasus ini, sempat menghebohkan karena ZU mengaku dirudapaksa dan dianiaya oleh keempat orang yang disebutnya sebagai pelaku. 

Dia juga menyalahkan kematian anaknya kepada keempat pelaku itu. 

Bahkan, kepolisian dari Tambusai Utara telah dianggap bersalah karena dianggap tidak menanggapi laporan dari ZU dan suaminya.

Namun, ZU yang berlum genap berusia 20 tahun itu mengaku bingung setelah mendapat ancaman dari suaminya.

Di sana dia juga menyampaikan bahwa selama ini suaminya kerap berlaku kasar kepada dirinya.

"Sekali lagi saya minta maaf atas kesalahan saya dan prilaku saya yang selama ini. Kesalahan saya merugikan banyak orang. Saya pikir saya mengikuti arahan suami saya, keluarga saya baik-baik saja, saya tidak diancam, tidak dipukuli dan dimarahi lagi," katanya. 

"Tapi malah makin kasar sama saya, menuduh saya sembarangan. Sekali lagi saya minta maaf kepada semuanya," sambungnya.

Terkait kematian anaknya, dirinya juga mencabut laporan itu. 

Kematian anaknya, disebut tidak ada hubungannya dengan orang yang dituduhkan sebelumnya. 

"Saya nggak tahu anak saya meninggal karena apa. Tapi tidak ada akibat kekerasan yang dilakukan pelaku," paparnya.

Akan Laporkan Suami

Dirinya menuduh bahwa suaminya yang merupakan dalang semua ini.

Dihadapan para pengacaranya, dia juga menyampaikan bahwa selama ini dirinya kerap dianiaya oleh suaminya sendiri. 

"Saya pikir kalau saya ikuti keinginan suami saya bisa bahagia, tetapi tidak. Setiap hari saya diperlakukan tidak manusiawi, seperti binatang," urai dia.

"Kepala saya dipukul pakai besi, dipukul pakai kayu balok, dipukul pakai gitar sampai hancur," sambung wanita ini.

Kini, dirinya justru akan melaporkan suaminya karena masalah ini dan penganiayaan dalam rumah tangga.

Dirinya, akan bertanggung jawab terhadap setiap konsekuensi hukum dari pengakuannya sebelumnya.

"Saya tahu, Insya Allah saya siap (menghadapi konsekuensi hukum, red), karena ini kesalahan saya sendiri," terangnya.

(Tribunwow.com)

Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved