Berita Blora
Tuntut Gaji Belum Terbayarkan, Puluhan Buruh di Blora Demonstrasi di Depan DPRD
Puluhan buruh di Blora melakukan demonstrasi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Blora menuntut gaji milyaran yang belum diberikan.
Penulis: ahmad mustakim | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Puluhan buruh di Blora melakukan demonstrasi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Blora menuntut gaji yang belum diberikan.
Puluhan pekerja eks karyawan dari PT Caraka Perdana Megah yang tergabung dalam Serikat Pekerja Pertamina Cepu, menggelar aksi menuntut hak upah kerja, yang belum dibayar oleh PT GEO Cepu Indonesia (GCI) dan hak lainnya, seperti BPJS ketenagakerjaan
Menamakan diri Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi) Blora melakukan demo dengan permasalahan sejak 2017 silam.
Baca juga: Kades Blora Buka Pintu Darurat Pesawat Layaknya Pintu Bus, Beruntung Pas Tidak di Langit
Baca juga: Terapkan Prokes Ketat, GKJ Slawi Bagi Jadwal Sesuai Kebaktian dan Siapkan Satgas Covid-19
Ketua Serikat Pekerja Kontrak Pertamina (SPKP), Agung Pujo mengatakan, permasalahan ini sudah sejak 2017 terkait gaji pekerja yang belum diberikan oleh perusahaan.
“Ini permasalahan lama nanti di tahun 2022 genap 5 tahun. Ini adalah permaslahan hak, ketika buruh sudah bekerja, berarti akan mendapatkan hak nya,” ucap Agung saat ditemui disela-sela demonstrasi, Rabu (22/12/2021).
Menurutnya, saat ini, hak para pekerja di tahun 2017 belum diterima. Tepatnya bulan agustus .
“Bulan agustus hasilnya kemana ?,” tanya Agung.
Sampai saat ini, pihaknya sedang melakukan mediasi, perusahaan dengan perusahaan, dengan DPRD, dengan pemerintah daerah, ini sudah dilakukan termasuk ke propinsi.
“Ini ujungnya apa ? hanya lempar-lemparan saja,” ujarnya.
Dikatakanya, menurut hasil pengadilan, pertamina ada 4 struktur, Kawengan, Ngledok, Nglobo dan Semanggi ini dikerjasamakan koperasi (GCI) tahun 2013/2014.
“Pelaksanaanya sudah jadi, GCI sudah deal melakukan pindah kelola pertamina ke GCI. Kawan-kawan tenaga buruh ini, semua dilimpahkan ke GCI, sebelumnya ada di pertamina. Statusnya aset yang dilimpahkan untuk kerjasama itu,” terangnya.
Agung mengatakan total pekerja yang belum dibayarkan yakni ada 260 pekerja.
“Total yang kerja ada 260 pekerja. Jadi yang disini yang mewakili, dari sebagian masih bekerja,” ujarnya.
Dirinya juga menceritakan tentang PT GCI yang akhirnya diambil alih Pertamina.
“PT GCI menunjuk PT Caraka tadi, ketika itu PT GCI failed, hingga akhirnya ditake over atau diambil alih pertamina, Ketika sudah diambil alih pertamina, ini masalah muncul, akhirnya temen-temen ini tidak diakui oleh pertamina,” ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/PT-Caraka-Perdana-Megah-22-12.jpg)