Berita Bisnis

Unika Bikin Portal IT, Bantu Perajin Batik dan Tenun dengan Kembangkan E-Commerce Buat Pemasaran

Kemudahan berbelanja konsumen melalui kanan e-commerce bisa jadi solusi atas krisis yang dialami pelaku usaha batik dan tenun selama pandemi.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: moh anhar
Dokumentasi
Tim dosen dari Unika (kiri) memberikan petunjuk kepada pelaku usaha batik dan tenun. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kemudahan berbelanja konsumen melalui kanan e-commerce bisa jadi solusi atas krisis yang dialami pelaku usaha batik dan tenun selama pandemi.

Oleh karena itu, tim dosen dari Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata bekerja sama dengan Asosiasi Profesi Batik Tenun Nusantara (APBTN) Bhuana DPD Jawa Tengah menyelenggarakan pelatihan penggunaan portal e-commerce Minggu-Selasa (19-21/12/2021) di Hotel Grasia, Semarang.

Pelatihan diberikan tim dari Unika Soegijapranata yang diketuai Dr Rustina Untari, beserta anggota yakni Prof F Ridwan Sanjaya dan Agus Cahyo Nugroho.

Baca juga: BREAKING NEWS: Balita Dibunuh Penculik di Demak, Pelaku Sempat Duel dengan Ayah Korban

Baca juga: Hendi Akan Beri Sanksi bagi Pelanggar Aturan selama Nataru, Tempat Usaha Nakal Tutup Sebulan

"Kami membuat portal IT untuk e-commerce dan edukasi. Ini agar dapat memfasilitasi teman-teman dari profesi batik dan tenun melakukan aktivitas e-commerce, perdagangan, serta pendidikan," kata Dr Rustina, dalam pesan tertulis, Rabu (22/12/2021).

Menurutnya, portal yang dirancang tim IT Unika ini bisa menjadi solusi atas krisis yang dialami para perajin batik dan tenun semenjak pandemi Covid-19.

Selain itu, melalui portal ini, para pelaku usaha batik baik pengrajin maupun penenun dapat menggunakannya untuk diskusi dan edukasi antar-anggotanya yang tersebar di seluruh Jawa Tengah.

Dengan tersedianya portal IT ini, diharapkan aktivitas yang dilakukan APBTN dapat lebih intensif dilakukan.

Kemudian, dapat melakukan aktivitas perdagangan secara online meskipun portal ini harus dihubungkan lagi dengan fasilitas marketplace yang sudah ada, seperti Tokopedia, Shopee dan sebagainya.

"Setelah portal dibangun, para peserta dari APBTN Bhuana DPD Jawa Tengah yang berjumlah sekitar 90 orang dilatih selama tiga hari.

Peserta dibagi berdasarkan eks-karesidenan," jelasnya.

Kegiatan ini didanai Program Penelitian dan Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berbasis hasil penelitian dan purwarupa perguruan tinggi swasta Direktorat Jenderal Tinggi Riset dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi tahun anggaran 2021.

Baca juga: Orang-orang Sewa Joki Vaksin Abdul Rahim Karena Takut Jarum Suntik

Baca juga: Benarkah Ini Alasan Shin Tae-yong Tukar Timnas Naturalisasi Kevin Diks dengan Ragnar Oratmangoen

Master Penguji pada Lembaga Sertifikasi Kompetensi Batik Indonesia, Abdul Kholiq Fauzi mengatakan dengan portal tersebut, bisa untuk berinteraksi antar-anggota, internal pengurus, maupun untuk memperluas pasar yang dimiliki pengrajin dan penenun anggota asosiasi.

"Kami sangat optimis untuk di masa mendatang portal ini dapat dikembangkan lebih baik. Mengingat kendala pasar di tengah pandemi ini, maupun tren pasar saat ini cenderung lebih banyak beralih ke online, sehingga dengan portal ini dan didampingi oleh universitas maupun asosiasi akan menambah kepercayaan konsumen," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved