Breaking News:

Berita Jakarta

Apa Dampaknya Bila Pemerintah Hapus Premium dan Pertalite?

Pemerintah berencana menghapus bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan Pertalite secara bertahap, sebagai upaya memperbaiki kondisi lingkungan.

TRIBUNJATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Stok Premium Habis, Sebagian Warga Pati Beralih Gunakan Pertamax, Selasa 5 Januari 2016 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Pemerintah berencana menghapus bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan Pertalite secara bertahap, sebagai upaya memperbaiki kondisi lingkungan.

Sejumlah pihak pun mempertanyakan hal itu.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Mohammad Faisal menilai, penghapusan Premium dan Pertalite bakal menghambat upaya pemerintah dalam memulihkan ekonomi nasional, setelah ditekan pandemi covid-19.

"Ini kontraproduktif terhadap upaya pemerintah untuk memulihkan ekonomi, apalagi terhadap daya beli masyarakat golongan bawah yang paling terdampak buruk selama pandemi," katanya, saat dihubungi Tribunnews, Kamis (23/12).

Menurut dia, penghapusan BBM murah, khususnya Pertalite dan Premium akan berpengaruh lebih besar terhadap kelompok masyarakat miskin hingga menengah, yang akhirnya meningkatkan inflasi.

"Akan sangat berdampak pada inflasi. Jadi inflasi akan meningkat karena dorongan kebijakan pemerintah (administered prices) atau cost push inflation, bukan inflasi yang disebabkan dorongan permintaan atau kenaikan daya beli masyarakat, ini tentu tidak baik," ucapnya.

Faisal meminta pemerintah untuk mengkaji ulang rencana penghapusan BBM murah itu dalam menjaga daya beli masyarakat. "Semestinya Pertalite tidak (dihapus-Red) dalam waktu jangka pendek dan menengah, dan harus sangat hati-hati mengantisipasi dampaknya," ujar dia.

Sebelumnya, rencana pemerintah menghapus Premium dan Pertalite diungkapkan Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Soerjaningsih. "Kita memasuki masa transisi di mana Premium (RON 88) akan digantikan dengan Pertalite (RON 90), sebelum akhirnya kita akan menggunakan BBM yang ramah lingkungan," tuturnya.

Ia menuturkan, Premium saat ini hanya digunakan oleh tujuh negara, dan volume yang digunakan pun sangat kecil, seiring dengan naiknya kesadaran masyarakat menggunakan BBM dengan kualitas yang lebih baik.

Oleh sebab itu, Soerja berujar, pemerintah tengah menyusun roadmap BBM ramah lingkungan, di mana nantinya Pertalite juga akan digantikan dengan BBM yang kualitasnya lebih baik.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved