Berita Demak

Kernet Bus Tepati Janji Bangunkan Pria Demak Jika Sampai Semarang, Tapi Penumpang Ngga Bangun-bangun

Pria berinisial HR (64) warga Mranggen, Demak, meninggal dunia di dalam bus Jaya Utama Indo trayek Surabaya-Semarang.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: galih permadi
tribunnews.com
ILUSTRASI jenazah mr X 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pria berinisial HR (64) warga Mranggen, Demak, meninggal dunia di dalam bus Jaya Utama Indo trayek Surabaya-Semarang.

Korban diketahui meninggal dunia saat bus berhenti di eks Terminal Terboyo, Genuk, Kamis (23/12/2021) sekira pukul 03.30 WIB.

Kernet bus yang membangunkan korban berulang kali curiga lantaran korban tak kunjung bangun.

Padahal korban sebelumnya menyampaikan kepada kernet hendak turun di Semarang.

"Setelah tahu korban meninggal dunia,  pihak bus melaporkan kepada kami," terang Kapolsek Genuk Kompol Subroto saat dihubungi, Jumat (24/12/2021).

Informasi yang dihimpun Tribunjateng.com,korban menaiki bus tersebut dari Terminal Bungur Asih Kota Surabaya, Rabu (22/12/2021) sekira pukul 19.00.

Ia duduk sendirian di bangku sisi kiri baris ke tiga.

Bus sempat berhenti untuk istirahat di Lasem, para penumpang turun termasuk korban.

Namun korban tak ikut makan seperti penumpang lainnya.

Sebaiknya, korban hanya asyik bermain handphone.

Setelah itu bus melanjutkan perjalanan.

Pria asal Mranggen, Demak ditemukan meninggal dunia saat naik bus trayek Surabaya-Semarang. Korban diketahui meninggal saat bus berhenti di eks Terminal Terboyo, Kota Semarang.
Pria asal Mranggen, Demak ditemukan meninggal dunia saat naik bus trayek Surabaya-Semarang. Korban diketahui meninggal saat bus berhenti di eks Terminal Terboyo, Kota Semarang. (Dok Polrestabes Semarang.)

Setiba di Kudus, korban masih hidup karena saat kernet menanyakan kota tujuan masih menjawab.

Namun, ketika bus sampai Terboyo dan meminta penumpang turun, korban diam saja.

"Kernet membangunkan berulang kali tapi tak ada respon," papar Kapolsek.

Menurutnya, anak korban  mendatangi lokasi kejadian pada pukul 04.30.

Keterangan dari pihak keluarga, korban memiliki riwayat sakit jantung.

"Pihak keluarga menerima kejadian itu sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan pemeriksaan sehingga mayat korban langsung dibawa ke rumah duka," tandasnya. (Iwn)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved