Berita Kesehatan
Manfaat Tumbuhan Katang-Katang untuk Obati Peradangan hingga Penyakit Gonore
Tanaman katang-katang, atau yang biasa dikenal dengan nama tapak kuda, memiliki nama ilmiah Ipomoea Pescaprae L.
TRIBUNJATENG.COM - Tanaman katang-katang, atau yang biasa dikenal dengan nama tapak kuda, memiliki nama ilmiah Ipomoea Pescaprae L. Keluarga Convolvulaceae ini biasanya tumbuh menjalar di pinggir pantai dan memiliki bunga seperti terompet.
Tanaman ini sering digunakan oleh para penduduk dan wisatawan untuk menghilangkan nyeri dan bengkak akibat racun bulu babi dan ubur ubur saat bermain di pantai. (Andayani dkk.,2018).
Manfaat
Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan tanaman katang-katang ini dapat digunakan untuk mengobati peradangan, nyeri, kolik, gangguan diuresis, dan nyeri pada penyakit gonore.
Tumbuhan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber antioksidan alami karena mampu menghambat radikal bebas (Andayani dkk.,2018).
Morfologi
Tumbuhan berbatang basah, licin, merambat atau merayap di tanah, warna batang hijau kecoklatan.
Tinggi tumbuhan ini sekitar 6 inci, batangnya merambat sepanjang 75 kaki, lebar daun sekitar 2.5 sampai 4 inci.
Tumbuhan ini memiliki diameter daun sekitar 2.5 sampai 12 cm, daun berbentuk lonjong, memiliki bunga berbentuk terompet dengan diameter antara 3 sampai 16 cm ( inci), dan mahkota bunga memiliki panjang 3 sampai 6 cm ( inci) berbentuk corong berwarna merah muda keunguan atau bunga violet.
Ekologi
Tanaman katang-katang (Ipomea pescaprae) termasuk ke dalam tumbuhan liar yang hidup berkembang di daerah pantai yang tanahnya berbatu-batu dan mengandung pasir.
Siklus hidup Katang-katang panjang, potensi penyebaran melalui air tinggi, tahan semprotan garam, pertumbuhan cepat, toleransi lingkungan yang besar, dan dapat bereproduksi secara vegetatif (Margaret 1992).
Kandungan Fitokimia
Tanaman katang-katang (Ipomoea Pescaprae L.) sendiri memiliki beberapa kandungan fitokimia seperti eugenol, Phytol, asarone, unecanonoic acid, dan phenol.
Tak hanya itu kandungan metabolit sekunder juga terkandung dalam tumbuhan ini yakni alkaloid, flavonoid, steroids, triterpen, tanin, senyawa fenolik, ardic glykosida, dan antraquinon (Anandhi & Ushadevi, 2013).
Sebaran
Tanaman ini tersebar pada daerah tropis di seluruh dunia. Di Wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Pati Barat tersebar di Cagar Alam Keling II/III. Cagar Alam tersebut terletak di Kabupaten Jepara.
Penulis
Budi Santoso
PEH Muda pada BKSDA Jateng
Kepala KPHK Pati Barat
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Manfaat-Tumbuhan-Katang-Katang-untuk-Obati-Peradangan-hingga-Penyakit-Gonore.jpg)